PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memanfaatkan momentum pergantian tahun sebagai ajang aksi solidaritas bagi korban bencana alam. Peresmian Bundaran Gaforaya dan Tugu Mangrove yang akan digelar pada malam Tahun Baru, 31 Desember 2025, dirangkaikan dengan penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, momen pergantian tahun sengaja tidak hanya diisi dengan perayaan, tetapi juga diarahkan untuk mengetuk empati dan kepedulian masyarakat terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah dilanda musibah.
“Pada malam tahun baru itu, selain peresmian Bundaran Gaforaya dan Tugu Mangrove, sekaligus kita jadikan sebagai puncak penggalangan dana,” ujar Sujiwo, Minggu (21/12) di Sungai Raya.
Hingga Sabtu malam (20/12/), katanya, donasi yang berhasil dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama sejumlah pihak terkait telah mencapai lebih dari Rp400 juta. Dana tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di tiga provinsi tersebut.
Sujiwo menjelaskan, sebagian besar dana yang terkumpul berasal dari sumbangan ASN Pemkab Kubu Raya melalui pemotongan tunjangan. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN serta kepala perangkat daerah yang telah menunjukkan kepedulian dengan menyisihkan sebagian penghasilannya.
“Ini adalah bentuk empati dan kepedulian kita bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN dan kepala perangkat daerah yang sudah berpartisipasi,” ucapnya.
Sujiwo menegaskan pemerintah kabupaten terus memanfaatkan berbagai agenda peresmian fasilitas publik sebagai ruang untuk melakukan penggalangan dana. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya mengoptimalkan setiap kegiatan pemerintah agar memberi manfaat sosial yang lebih luas.
“Di Rasau Jaya, misalnya, penggalangan dana kita lakukan bersamaan dengan peresmian salah satu kafe. Kemudian pada agenda peresmian jalur pedestrian dan pencanangan kawasan Sungai Raya Dalam (Serdam) sebagai pusat kuliner, kita juga melakukan hal yang sama,” jelasnya.
Dia pun optimistis hingga malam pergantian tahun nanti, jumlah donasi akan terus bertambah. Dana yang terkumpul tersebut selanjutnya akan disalurkan langsung untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Saya yakin saat diumumkan pada malam tahun baru nanti, dana yang terkumpul jumlahnya akan semakin besar. Itulah yang akan kita transfer untuk membantu saudara-saudara kita di daerah terdampak bencana,” ujarnya, seraya berharap aksi solidaritas tersebut tidak hanya menjadi simbol kepedulian pemerintah daerah, tetapi juga mampu menggerakkan empati masyarakat luas untuk saling membantu di tengah situasi sulit. (ash)
Editor : Hanif