PONTIANAK POST - Menjelang tahun Baru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya mengintensifkan langkah kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada awal Januari 2026 mendatang.
Kepala BPBD Kubu Raya, Herry Purwoko, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dengan menggandeng seluruh leading sektor terkait, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga instansi teknis lainnya yang terlibat dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Untuk persiapan Nataru, BPBD bekerja sama dengan seluruh leading sektor terkait, seperti TNI, Polri, Basarnas, dan instansi lainnya, khususnya yang berkaitan dengan pengamanan dan kebencanaan,” ujar Herry kepada Pontianak Post, Selasa (30/12/2025) di Sungai Raya.
Dia menjelaskan, BPBD Kubu Raya secara intensif melakukan pemantauan dan koordinasi, baik dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah tersebut dilakukan mengingat sebelumnya telah terjadi banjir rob di sejumlah wilayah Kubu Raya, terutama di kawasan pesisir pantai dan bantaran sungai.
“Berdasarkan prediksi BMKG, pada awal Januari nanti berpotensi kembali terjadi banjir rob. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dan penguatan langkah bersama instansi terkait dalam upaya penanggulangannya,” jelasnya.
Kata Herry, wilayah rawan banjir rob di Kubu Raya umumnya berada di daerah pesisir pantai dan bantaran sungai. Kondisi geografis Kubu Raya yang memiliki sembilan kecamatan dengan karakteristik wilayah pesisir dan aliran sungai membuat potensi tersebut perlu diwaspadai secara serius.
Sebagai langkah antisipasi, katanya BPBD terus memantau informasi dan peringatan dini dari BMKG, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kami terus memberikan arahan dan pemberitahuan kepada masyarakat agar bersiap dan berantisipasi terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob lagi di awal Januari,” ucapnya.
Terkait dampak banjir rob sebelumnya, Herry menyampaikan sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan telah mulai ditangani. Beberapa perbaikan telah dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atas arahan Bupati Kubu Raya.
“Seperti jembatan di Tanjung Saleh dan di Teluk Pakedai, itu sudah dilakukan perbaikan. Selain itu, ada juga usulan perbaikan ke BNPB, seperti jalan di wilayah Batu Ampar dari Badang Tiga menuju Batu Ampar,” ungkapnya.
Selain infrastruktur jalan, BPBD juga mengusulkan penanganan terhadap permukiman warga yang terdampak banjir rob, di antaranya di wilayah Teluk Pakedai dan Kuala Karang.
Untuk status kebencanaan, Herry menjelaskan saat ini Kabupaten Kubu Raya masih berada dalam status siaga darurat yang berlaku hingga 31 Desember.
“Untuk sementara, status siaga darurat masih berlaku sampai 31 Desember. Selanjutnya akan kami lihat perkembangan kondisi di Januari, apakah status tersebut akan diperpanjang atau tidak,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif