PONTIANAK POST - Kawasan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Mayor Alianyang, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, yang sebelumnya dikenal kumuh dan semrawut, kini tertata rapi setelah dilakukan penataan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
“Sebelumnya mungkin di sini salah satu kawasan terkumuh di Kabupaten Kubu Raya. Setelah ada laporan masyarakat, saya langsung melihat kondisi di lapangan. Saat pembongkaran memang tidak ada perlawanan, tetapi dari raut wajah pedagang saya tahu mereka berat. Alhamdulillah, setelah melalui diskusi dan musyawarah, Allah memberi jalan terbaik,” ujar Sujiwo, usai menghadiri syukuran sekaligus peresmian penataan pedagang, Jumat (2/1).
Sujiwo menilai, penataan kawasan Jalan Mayor Alianyang memiliki arti strategis karena lokasinya sangat dekat dengan Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang. Jalur ini menjadi lintasan bus lintas negara dari dan menuju Malaysia serta Brunei Darussalam.
“Ini wajahnya Indonesia dan juga wajahnya Kabupaten Kubu Raya. Semua orang dari Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Sanggau yang menuju Pontianak pasti melewati kawasan ini. Karena itu kebersihan dan kerapian harus benar-benar dijaga,” ucapnya.
Sujiwo pun meminta para pedagang untuk ikut menjaga lingkungan sekitar kawasan tersebut, seperti mengecor halaman lapak masing-masing agar tanah dan lumpur tidak berserakan ke badan jalan saat kendaraan berhenti. Ke depan, lanjutnya, pemerintah kabupaten juga berencana menambah fasilitas pendukung seperti penerangan, lampu hias, serta tanaman agar kawasan tersebut semakin nyaman dan menarik.
“Kalau urusan perut rakyat, negara harus hadir. Pemerintah menyediakan solusi, masyarakat berkolaborasi. Bahkan untuk kebutuhan cat, saya minta Kepala Dinas PUPR menyiapkannya. Pedagang tidak perlu membeli sendiri,” tegas Sujiwo.
Kepala Desa Durian, Fauzi, mengapresiasi langkah Pemkab Kubu Raya yang dinilainya mengedepankan pendekatan humanis dalam penataan PKL. Fauzi tidak memungkiri, sebelumnya sempat muncul kekhawatiran di kalangan pedagang karena penataan sering diidentikkan dengan penggusuran.
“Ternyata penataan ini dilakukan dengan hati. Pedagang tetap bisa berjualan dan justru merasa lebih nyaman dengan lingkungan yang sekarang,” ujar Fauzi.
Hal senada disampaikan Koordinator PKL Jalan Mayor Alianyang, Bambang. Dia mengutarakan rasa syukur para pedagang karena dapat kembali berjualan dalam kondisi kawasan yang lebih tertib dan indah.
“Alhamdulillah, pedagang sudah kembali berjualan seperti semula, bahkan lebih nyaman. Terima kasih kepada Bapak Bupati Sujiwo yang telah memberikan solusi terbaik bagi kami,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif