PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai menyiapkan strategi pengelolaan kawasan Bundaran Gaforaya. Sejumlah aspek krusial, mulai dari pengaturan akses kendaraan, penyediaan lahan parkir, hingga sistem keamanan kawasan, menjadi perhatian utama agar ikon baru di kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini dapat dikelola secara tertib dan berkelanjutan.
Saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan kawasan Bundaran Gaforaya, Senin (5/1) di Kantor Bupati Kubu Raya, Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto mengatakan Bundaran Gaforaya merupakan aset milik bersama, sehingga pengelolaannya harus dirancang secara matang dan melibatkan berbagai pihak.
“Gaforaya ini adalah milik bersama. Jadi seharusnya bisa dijaga dan dirawat bersama,” katanya. Sukiryanto menjelaskan, persoalan utama yang harus segera dirumuskan solusinya adalah tata kelola keluar-masuk kendaraan serta ketersediaan lahan parkir.
“Masalah utama yang harus segera dipecahkan adalah tata kelola masuk-keluar kendaraan dan ketersediaan tempat parkir bagi masyarakat yang ingin bertandang ke Gaforaya,” jelasnya.
Selain itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian serius. Menurut Sukiryanto, sistem pengamanan yang ketat perlu disiapkan untuk mencegah vandalisme dan menjaga kebersihan lingkungan kawasan.
“Kalau tidak, dikhawatirkan habis bunga-bunga itu. Bunga, kemudian kotoran, merokok. Itu harus diantisipasi,” ujarnya.
Dia menambahkan, konsep pengelolaan Bundaran Gaforaya tidak bisa disamakan dengan taman-taman kota besar yang dibiayai sepenuhnya melalui APBN. Keterbatasan anggaran daerah menuntut pola pengelolaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi lokal.
“Kalau kita punya ini kan dari kita, untuk kita, yang harus kita jaga bersama,” ucapnya.
Karena itu, Pemkab Kubu Raya akan melakukan analisis mendalam untuk menentukan pola pengelolaan yang paling tepat, termasuk mekanisme akses masyarakat ke kawasan tersebut.
“Intinya nanti dianalisis saja. Kalau memang memungkinkan boleh masuk, seperti apa polanya,” imbuhnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga dibahas potensi kemitraan dengan pengusaha lokal sebagai salah satu opsi pengelolaan, sehingga tercipta kerja sama yang saling menguntungkan sekaligus dapat berbagi beban pembiayaan.
“Dengan strategi pengelolaan yang tepat, tentunya kami berharap Bundaran Gaforaya dapat berfungsi optimal sebagai ruang publik yang selalu bersih, aman, tertib,” tutup Sukiryanto. (ash)
Editor : Hanif