Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Maknai Bulan Rajab, Alumni Ponpes Darut Tauhid Gelar Safari Dakwah di Kalbar

Ashri Isnaini • Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:44 WIB

Pengasuh Ponpes Darut Tauhid Pamekasan Jawa Timur, KH Husin Ali Karror mengisi tausiyah dalam kegiatan Safari Dakwah di Kalbar.
Pengasuh Ponpes Darut Tauhid Pamekasan Jawa Timur, KH Husin Ali Karror mengisi tausiyah dalam kegiatan Safari Dakwah di Kalbar.

PONTIANAK POST – Himpunan Alumni Pondok Pesantren Darut Tauhid Pamekasan, Jawa Timur di Kalimantan Barat menggelar safari dakwah dalam rangka mengisi momentum bulan Rajab dengan menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, KH Husin Ali Karror.

Kegiatan dakwah ini berlangsung sejak 11 hingga 16 Januari 2026 dan menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, hingga Kabupaten Mempawah.

Ketua Himpunan Alumni Pondok Pesantren Darut Tauhid Kalimantan Barat, Amrullah, menjelaskan  safari dakwah ini menjadi salah satu agenda dalam menyemarakkan bulan Rajab yang sarat dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam.

“Rajab merupakan bulan istimewa karena di dalamnya terdapat peristiwa besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, kami mendatangkan salah satu guru kami dari Jawa Timur, KH Husin Ali Karar, untuk menyampaikan dakwah dan syiar Islam kepada masyarakat Kalimantan Barat,” ujar Amrullah, Jumat (16/1) kepada Pontianak Post.

Selama enam hari pelaksanaan, rangkaian safari dakwah digelar di berbagai titik. Di Kabupaten Kubu Raya, kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Kuala Mandor A, Kuala Mandor B, Kuala Dua, dan Sungai Raya. Selanjutnya, dakwah berlanjut di Kota Pontianak dan sekitarnya, serta ditutup di Kabupaten Mempawah.

Amrullah menyebutkan, kegiatan dakwah tidak hanya terpusat di masjid, tetapi juga dilakukan di sejumlah tempat umum. Setiap harinya, KH Husin Ali Karror mengisi dua hingga tiga lokasi sesuai jadwal yang telah disusun panitia sebelum kedatangan beliau.

“Sasaran dakwah ini adalah seluruh kaum muslimin. Secara khusus memang untuk para alumni, tetapi secara umum terbuka bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.

Kata Amrullah, dalam setiap ceramahnya, KH Husin Ali Karror menekankan hikmah besar dari peristiwa Isra Mi’raj, terutama keteladanan kesabaran Nabi Muhammad SAW. Amrullah menjelaskan, Isra Mi’raj terjadi setelah Rasulullah SAW melewati masa yang sangat berat, termasuk wafatnya istri tercinta, Siti Khadijah, serta berbagai perlakuan menyakitkan yang diterima dari kaum Quraisy. Periode tersebut dikenal sebagai ‘tahun kesedihan’.

“Dari kesabaran itulah Allah SWT menghadiahkan peristiwa Isra Mi’raj kepada Nabi Muhammad SAW. Pesan utamanya adalah perintah sholat yang menjadi fondasi agama,” jelasnya.

Dia menegaskan, salat merupakan tiang agama sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. “Menegakkan sholat berarti menegakkan agama, sementara meninggalkannya sama dengan meruntuhkan agama,” ucapnya.

Melalui safari dakwah ini, dia berharap masyarakat muslim semakin menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan mampu mengambil pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam amal perbuatan sehari-hari.

“Harapan kami, esensi dari Isra Mi’raj benar-benar diamalkan, terutama kesadaran untuk menegakkan sholat. Semoga dakwah ini memberi manfaat dan perubahan ke arah yang lebih baik bagi umat Islam di Kalimantan Barat,” pungkas Amrullah. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#Darut Tauhid #safari dakwah #ponpes #Rajab #alumni