PONTIANAK POST - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raya Kubu Raya dan PT Rafa Karya Indonesia, Kamis (15/1) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap. Dengan ini, upaya menghadirkan layanan air bersih yang lebih merata bagi warga Kecamatan Sungai Kakap diyakini bakal segera terealisasi.
Direktur Perumda Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, mengatakan kerja sama tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan IPA beserta bangunan penunjang dan jaringan perpipaan di Sungai Rengas yang akan melayani wilayah Sungai Kakap dan sekitarnya.
Secara detail Harmawan memaparkan, MoU yang ditandatangani merupakan kerja sama investasi air bersih dengan nilai mencapai sekitar Rp300 miliar. “Nilai investasinya kurang lebih Rp300 miliar. Pada tahap pertama kapasitas produksi air mencapai 300 liter per detik. Setelah itu akan dilanjutkan tahap kedua dengan tambahan 300 liter per detik, sehingga total kapasitasnya menjadi 600 liter per detik,” ujar Harmawan.
Menurutnya, kerja sama ini menggunakan skema business to business (B2B) dengan pola build, operate, and transfer (BOT), yakni pihak investor membangun, mengoperasikan, kemudian menyerahkan aset kepada pemerintah daerah. Sistem pengembalian investasi tidak dilakukan melalui cicilan tetap per bulan, melainkan berbasis tarif air curah yang dibeli Perumda dari investor.
“Jadi bukan mengangsur sekian rupiah setiap bulan, tetapi berdasarkan harga air curah yang kami beli. Skema ini lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan riil,” jelasnya.
Harmawan menambahkan, proyek ini ditargetkan mampu melayani sekitar 25 ribu sambungan rumah tangga, khususnya untuk kawasan Sungai Rengas, Sungai Kakap, dan wilayah sekitarnya. “Dan jumlah tersebut mengacu pada hasil real demand survey atau survei kebutuhan riil masyarakat di Kecamatan Sungai Kakap,” jelasnya.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo yang turut menyaksikan langsung penandatanganan MoU tersebut menyambut baik kerja sama yang terjalin dan menyebutnya sebagai kabar gembira yang telah lama dinantikan masyarakat.
Sujiwo menekankan pentingnya komitmen semua pihak untuk merealisasikan kerja sama sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani. Kata Sujiwo, penandatanganan MoU tersebut akan menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini menantikan ketersediaan air bersih yang layak, merata, dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah penandatanganan nota kesepahaman berjalan lancar. Selamat untuk masyarakat Kecamatan Sungai Kakap karena ini memang sangat ditunggu-tunggu,” kata Sujiwo.
Ia pun meminta agar seluruh tahapan, mulai dari studi kelayakan (feasibility study/FS) hingga detail engineering design (DED), dapat dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Saya minta secepat mungkin. Kalau bisa dipadatkan, sehingga Agustus atau September tahun depan air bersih sudah bisa mengalir ke rumah-rumah warga, mulai dari Pal VI sampai Pal IX, Jalan Perdamaian, Kota Baru Ujung, bahkan berpeluang sampai Jeruju Besar,” harapnya.
Dia menegaskan kerja sama ini merupakan terobosan yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan integritas.
“Selama tidak ada korupsi, tidak ada mark up, tidak ada manipulasi data, dan tidak ada data fiktif, Bismillah kita jalan. Pemerintah daerah akan mendukung penuh,” tegas Sujiwo.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan kepercayaan pemerintah daerah terhadap PT Rafa Karya Indonesia. Menurutnya, perusahaan tersebut telah melalui proses penelusuran dan pendalaman yang matang.
“Dari hasil profiling dan tracking kami, PT Rafa Karya Indonesia sangat profesional dan bertanggung jawab. Ini juga karya anak bangsa. Kalau anak bangsa kita mampu, cakap, dan mumpuni, kenapa tidak?” ucapnya.
Sembari menunggu proses kerja sama tersebut rampung, Sujiwo mengungkapkan Pemkab Kubu Raya juga membuka peluang kerja sama sementara dengan Perumda Tirta Khatulistiwa milik Pemerintah Kota Pontianak, agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terlayani.
“Mohon bersabar, semua ada proses. Yang terpenting kualitas pelayanan dan kualitas air terus ditingkatkan. Upgrade terus, itu yang utama,” pungkas Sujiwo. (ash)
Editor : Hanif