PONTIANAK POST - Di tengah naiknya Indeks Pembangunan Manusia dan menurunnya angka kemiskinan di Kubu Raya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyoroti kenaikan tipis angka pengangguran terbuka sebagai tantangan pembangunan ke depan. Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan sejumlah indikator pembangunan daerah tersebut, berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS)
Katanya, seluruh capaian dan tantangan itu harus dibaca secara utuh dan dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan.
“Angka pengangguran terbuka naik 0,0 sekian persen. Meski sangat kecil, ini tetap menjadi tantangan yang harus kita jawab,” ujar Sujiwo, Senin (19/1) di Sungai Raya.
Dia memaparkan, naiknya pengangguran terbuka dipengaruhi beberapa faktor, seperti penutupan pusat perbelanjaan Transmart serta berhentinya operasional salah satu perusahaan perkebunan di wilayah Kubu Raya. Kondisi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya kesempatan kerja.
“Nah, saya minta kepada jajaran saya, ayo kita kawal data yang sudah disuguhkan oleh BPS,” ucapnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini menilai, data resmi BPS harus menjadi rujukan utama dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam merumuskan strategi penanganan ketenagakerjaan agar lebih tepat sasaran dan berbasis kondisi riil.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya lanjutnya, saat ini tengah memfokuskan pembangunan pada realisasi jalan poros ekonomi. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah dan perbaikan berbagai indikator makro.
“Tujuannya supaya indikator-indikator makro, mulai dari laju pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, angka pengangguran, indeks pembangunan manusia, dan lainnya bisa bergerak sesuai harapan,” jelasnya.
Dia tidak memungkiri, progres pembangunan jalan poros ekonomi hingga kini masih terbilang rendah. Meski demikian, dampak positifnya mulai terlihat pada sejumlah indikator pembangunan daerah.
“Bayangkan, kita baru menyelesaikan jalan poros dengan persentase yang masih sangat rendah, tapi laju pertumbuhan ekonomi sudah naik, angka kemiskinan sudah turun, dan indeks pembangunan manusia juga meningkat,” katanya.
Dengan fondasi pembangunan yang mulai terbentuk, Sujiwo menyatakan optimistis kinerja ekonomi Kabupaten Kubu Raya ke depan akan semakin membaik. Ia meyakini, seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor ekonomi, perbaikan indikator makro akan semakin signifikan dan merata.
“Kami meyakini indikator-indikator makro daerah pada tahun ini akan menunjukkan perbaikan yang lebih nyata,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif