Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kubu Raya Siaga Darurat Karhutla, Bupati Sujiwo Pastikan Logistik Petugas Terjamin

Ashri Isnaini • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:33 WIB
CEK PERSONEL: Pengecekan kesiapan personel dilakukan Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama unsur Forkopimda saat Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (20/1).
CEK PERSONEL: Pengecekan kesiapan personel dilakukan Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama unsur Forkopimda saat Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (20/1).

PONTIANAK POST — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul anomali iklim yang mulai dirasakan sejak awal Januari 2026.

“Ini Januari, tapi kita sudah merasakan kondisi cuaca ekstrem. Di Kubu Raya ada tiga potensi bencana yang harus kita waspadai bersama, yakni karhutla saat kemarau, banjir saat curah hujan tinggi, dan puting beliung,” kata Bupati Kubu Raya, Sujiwo, Selasa (20/1) usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Apel kesiapsiagaan tersebut merupakan tindak lanjut dari penetapan status siaga darurat karhutla yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sejak 14 Januari 2026.

Sujiwo menjelaskan, karhutla berpotensi terjadi meski musim kemarau belum berlangsung lama. Bahkan, menurutnya, kemarau singkat selama satu pekan saja sudah cukup memunculkan hotspot dan titik api di sejumlah wilayah.

Sementara itu, potensi banjir biasanya terjadi di daerah dataran rendah saat curah hujan tinggi. Namun Sujiwo menyebut, upaya normalisasi sungai dan saluran air yang dilakukan secara masif selama hampir satu tahun terakhir terbukti efektif menekan risiko banjir.

“Alhamdulillah, kemarin saat curah hujan tinggi, kita tidak mengalami banjir seperti tahun-tahun sebelumnya, kecuali banjir rob yang memang dipengaruhi kenaikan permukaan air laut dan sulit diantisipasi,” katanya.

Adapun bencana puting beliung, lanjut Sujiwo, juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi karena dampaknya yang cepat dan merusak.

Dari ketiga potensi bencana tersebut, kata Sujiwo, karhutla menjadi perhatian utama Pemkab Kubu Raya. Sujiwo menegaskan, keberadaan objek vital nasional berupa Bandara Internasional Supadio menjadikan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kubu Raya harus dilakukan secara maksimal.

“Kabut asap sangat berbahaya karena bisa mengganggu jarak pandang penerbangan, baik pesawat komersial maupun pesawat militer. Jika penerbangan terganggu, dampaknya akan langsung dirasakan terhadap pergerakan ekonomi daerah,” tegasnya.

Selain itu, karhutla juga berdampak langsung pada sektor pendidikan dan kesehatan. Aktivitas belajar mengajar dapat terganggu hingga diliburkan, sementara masyarakat rentan terserang penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Oleh karena itu, kesiapsiagaan ini harus menjadi perhatian bersama dan dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini aktif dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, hingga Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kubu Raya.

Dia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan operasional personel di lapangan.

“Saya tegaskan, pemerintah daerah akan bertanggung jawab terhadap konsekuensi anggaran. Jangan ada keraguan bagi Kapolres dan Dandim untuk menggerakkan personel. Tidak boleh lagi ada petugas pemadam yang terlantar saat bertugas,” tegas Sujiwo.

Menurutnya, seluruh kebutuhan dasar personel di lapangan, mulai dari makan, minum, bahan bakar minyak (BBM), hingga kebutuhan logistik lainnya akan ditanggung pemerintah daerah. Bahkan, Sujiwo menyatakan siap memberikan dukungan secara pribadi sebagai bentuk apresiasi atas pengorbanan para petugas.

“Jangan sampai mereka sudah mengorbankan tenaga, waktu, dan pikiran, tapi masih harus mengeluarkan biaya sendiri. Ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Sujiwo meminta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya untuk mengoordinasikan dukungan logistik tersebut agar penanganan karhutla berjalan optimal. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam setiap upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Semua gerakan harus dilakukan secara kolaboratif. Libatkan TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, MPA, camat, kapolsek, dan kepala desa. Jika kita solid, saya yakin karhutla bisa kita antisipasi dan tangani dengan lebih mudah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahadika yang turut menghadiri apel siaga tersebut, menambahkan sejak beberapa hari terakhir pihaknya telah berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait untuk menangani kejadian karhutla di wilayah Kubu Raya.

“Berdasarkan data dari aplikasi Lancang Kuning, personel langsung melakukan ground check, verifikasi lapangan, dan pemadaman di lokasi titik api,” jelasnya.

Kadek Ary Mahardika menyebutkan, saat ini sejumlah lokasi karhutla telah berhasil dipadamkan. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.

“Kami sudah mengidentifikasi beberapa lokasi dan memerintahkan Satreskrim untuk melakukan penyelidikan. Setelah api padam, kami pantau penggunaan lahannya untuk kepentingan apa,” katanya.

Dia menegaskan, Polres Kubu Raya tidak akan ragu melakukan penegakan hukum, jika ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan dan lahan. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Jika terbukti ada pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran, kami akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Baca Juga: Keluarga Korban Pemerkosaan di Kalbar Kecewa, Pelaku Belum Ditahan

Sebagai informasi, Apel Kesiapsiagaan Karhutla tersebut juga diikuti Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, unsur Forkopimda, TNI–Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perwakilan kecamatan dan desa di Kubu Raya. (ash)

Editor : Hanif
#kebakaran #kuburaya #kalbar #karhutla #hutan