PONTIANAK POST — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mematangkan tahapan awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik yang digelar di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (22/1). Forum ini menjadi langkah awal penjaringan aspirasi masyarakat sebelum masuk ke tahapan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo menegaskan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dilakukan secara partisipatif dan benar-benar mengakomodasi kepentingan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Forum Konsultasi Publik RKPD Kubu Raya Tahun 2027 sebagai bagian dari tahapan awal penyusunan APBD Kabupaten Kubu Raya.
Menurut Sujiwo, forum konsultasi publik merupakan pintu masuk dalam rangkaian panjang proses perencanaan dan penganggaran daerah. Setelah forum ini, proses akan dilanjutkan dengan pra-musrenbang kecamatan, musrenbang kecamatan, musrenbang kabupaten, hingga penyusunan rancangan APBD yang kemudian dibahas bersama DPRD.
“Ini baru tahap awal. Setelah ini ada pra-musrenbang kecamatan, musrenbang kecamatan, musrenbang kabupaten, dan tahapan lainnya sampai rancangan APBD disampaikan ke DPRD untuk dibahas bersama Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah hingga disetujui,” ujar Sujiwo saat membuka kegiatan.
Dia menilai panjangnya tahapan tersebut menunjukkan penyusunan APBD tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa dan harus melalui proses partisipatif. Karena itu, forum konsultasi publik menjadi momentum penting untuk memastikan APBD yang disusun benar-benar aspiratif.
“Aspiratif artinya mengakomodasi kepentingan publik,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh peserta forum yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur perbankan, pelaku usaha, pengelola pondok pesantren, pelaku UMKM, hingga elemen masyarakat lainnya untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan aspirasi secara terbuka.
“Saya berharap peserta menyampaikan unek-uneknya. Sampaikan kepada narasumber, panitia, dan kepada kami, supaya bisa kita himpun, kita ambil sarinya, dan kita masukkan ke dalam rancangan APBD,” katanya.
Sujiwo juga menegaskan posisinya sebagai pelayan publik yang wajib memahami kebutuhan masyarakat. Tanpa pemahaman tersebut, menurutnya kebijakan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran.
“Publik itu majikan saya. Kalau saya tidak tahu selera dan keinginan majikan, tentu pelayanan yang saya berikan bisa tidak sesuai,” ujarnya.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pemerintah daerah, Sujiwo menyebutkan mayoritas masyarakat Kubu Raya masih menginginkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama.
“Hasil survei menunjukkan 53 persen masyarakat menginginkan infrastruktur terbangun dengan baik. Itu sebabnya saya fokus pada infrastruktur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat mengatakan forum konsultasi publik merupakan bagian penting dari proses perencanaan daerah yang sengaja dimulai lebih awal agar seluruh tahapan dapat berjalan efektif dan aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi.
“Hari ini kita melaksanakan forum konsultasi publik dalam rangka pembahasan rancangan awal RKPD Tahun 2027. Ini bagian dari proses perencanaan daerah, sehingga sejak awal kita sudah bersiap agar perencanaan 2027 benar-benar matang,” ujar Rini.
Setelah forum konsultasi publik, tahapan berikutnya adalah musrenbang kecamatan di seluruh wilayah Kubu Raya pada 26-30 Januari.
“Kita berupaya mempercepat penjaringan aspirasi masyarakat sampai ke tingkat kecamatan, sehingga akhir Januari seluruh musrenbang kecamatan sudah rampung,” jelasnya.
Rini menambahkan, percepatan tersebut diharapkan berdampak pada pelaksanaan musrenbang kabupaten yang ditargetkan dapat dilaksanakan sebelum memasuki Ramadan.(ash)
Editor : Hanif