PONTIANAK POST – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kubu Raya akhirnya memiliki “rumah” sendiri yang terletak di Kompleks Duta Bandara, Desa Teluk Kapuas. Sekretariat IPHI Kubu Raya ini diresmikan Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, Jumat (23/1).
Usai peresemian yang dirangkai dengan tasyakuran atas hadirnya sekretariat IPHI Kubu Raya, Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto menilai keberadaan sekretariat sebagai fondasi penting untuk menggerakkan organisasi secara lebih leluasa dan terarah.
“Alhamdulillah, hari ini kita tasyakuran. Ini bukan sekadar peresmian gedung, tetapi menjadi tanda bahwa IPHI sudah memiliki rumah organisasi sendiri,” ujar Sukiryanto.
Sukiryanto yang juga menjabat sebagai ketua IPHI Kubu Raya ini mengatakan keberadaan sekretariat akan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan pengurus dan anggota, sekaligus memberi ruang yang lebih bebas dalam menuangkan gagasan serta menyusun program pembinaan bagi alumni haji.
“Kalau sudah merasa ini rumah sendiri, pergerakan kita tentu lebih bebas. Ide-ide bisa mengalir karena kita hadir di tempat milik kita sendiri,” katanya.
Sukiryanto menegaskan, ke depan IPHI Kubu Raya tidak boleh bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah daerah. Ia mendorong pengurus untuk mulai membangun kemandirian organisasi melalui pengelolaan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
“IPHI jangan selalu berharap bantuan dari pemerintah daerah. Kita harus mampu mencari dan mengelola anggaran sendiri, agar pembinaan terhadap sekitar 1.600 alumni haji di Kubu Raya dapat berjalan optimal,” ucapnya.
Salah satu peluang yang ditawarkan adalah pembentukan unit usaha perjalanan ibadah. Dengan memiliki travel sendiri, IPHI dinilai dapat memperkuat kemandirian sekaligus mempererat kebersamaan para alumni haji.
“Kalau IPHI punya travel, ayo jemaahnya ikut. Kita tanamkan rasa memiliki bersama. Soal harga, kalau bisa lebih murah, itu bukan untuk bersaing, melainkan demi kebersamaan,” tutur Sukiryanto.
Selain sektor perjalanan ibadah, ia juga mendorong IPHI merambah bidang pertanian yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan nasional. Usaha sederhana namun berkelanjutan dinilai mampu menjadi penopang operasional organisasi.
“Yang paling ringan misalnya beternak ayam petelur. Kita patungan, kemudian sebagian keuntungannya disisihkan untuk operasional IPHI. Dengan begitu, IPHI bisa benar-benar mandiri,” jelasnya.
Sukiryanto berharap seluruh pengurus IPHI Kubu Raya memiliki semangat untuk menghidupkan organisasi, tidak hanya secara struktural, tetapi juga secara ekonomi dan sosial.
“Intinya membuka peluang usaha. Dari situ IPHI bisa bergerak lebih kuat,” tambahnya.
Dengan diresmikannya Sekretariat IPHI Kubu Raya, diharapkan organisasi alumni haji tersebut tumbuh menjadi wadah yang solid, mandiri, dan produktif, serta mampu menebar manfaat bagi umat dan daerah.
“IPHI Kubu Raya diharapkan menjadi ruang pengabdian yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Sukiryanto. (ash)
Editor : Hanif