Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BMKG Prediksi Kalbar Minim Hujan hingga Februari, Waspadai Potensi Karhutla

Ashri Isnaini • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:18 WIB
Ilustrasi Cuaca
Ilustrasi Cuaca

PONTIANAK POST- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio memprediksi kondisi minimnya intensitas curah hujan di Kalimantan Barat masih akan berlangsung hingga awal Februari 2026. Kondisi tersebut menyebabkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai.

Prakirawan BMKG Supadio, Debi menyampaikan, berdasarkan pemantauan titik panas terbaru pada (28/1) pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB, tercatat sebanyak 27 titik panas di wilayah Kalbar. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tiga hari sebelumnya.

Debi merinci, pada 25 Januari tercatat 29 titik panas, kemudian meningkat tajam pada 26 Januari menjadi 64 titik, selanjutnya menurun pada 27 Januari menjadi 47 titik, dan kembali menurun pada 28 Januari menjadi 27 titik panas.

“Meski jumlah titik panas mengalami penurunan, kondisi cuaca secara umum masih relatif kering,” kata Debi kepada Pontianak Post, Kamis (29/1) di Sungai Raya.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Pelayaran di Sungai Kapuas, Satpolairud Intensifkan Patroli

Dia menjelaskan, hingga akhir Januari 2026, hujan di Kalbar belum terjadi secara merata. Kalaupun ada hujan, katanya, intensitasnya masih berkategori ringan hingga sedang dan bersifat lokal.

Ditanya mengenai sebaran titik panas, Debi menjelaskan, berdasarkan sumber pemantauan BMKG Supadio, pada 28 Januari sebaran titik panas banyak terdapat di Kubu Raya, dengan 14 titik panas.

BMKG Supadio memperkirakan, kondisi minimnya curah hujan masih akan berlangsung hingga Februari mendatang. Oleh karena itu, lanjut Debi, pihak BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait di Kalbar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

“Secara umum, wilayah Kalimantan Barat masih diprakirakan mengalami curah hujan rendah. Kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan tetap perlu ditingkatkan,” pungkas Debi. (ash)

Editor : Hanif
#perubahan iklam #kalimantan barat #bmkg #Kemarau