PONTIANAK POST – Total anggaran pembangunan yang dialokasikan untuk Kecamatan Teluk Pakedai tahun 2026 mencapai Rp25,3 miliar. Dana itu untuk merealisasikan kegiatan pembangunan di 58 titik. Fokus utamanya diarahkan pada sektor infrastruktur jalan poros strategis guna meningkatkan daya saing wilayah.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teluk Pakedai di Aula Kantor Camat setempat, Kamis (29/1).
Sukiryanto menjelaskan, total anggaran Rp25,3 miliar tersebut bersumber dari dua pendanaan, yakni APBD Kabupaten Kubu Raya sebesar Rp9,99 miliar dan dukungan APBN mencapai Rp15,36 miliar.
“Anggaran ini diharapkan menyentuh kebutuhan strategis masyarakat di 14 desa, terutama pembangunan jalan poros yang menjadi urat nadi perekonomian,” ujar Sukiryanto.
Dia memastikan seluruh 58 titik pembangunan tersebut berada di Kecamatan Teluk Pakedai dan akan direalisasikan pada tahun 2026. Sementara itu, usulan pembangunan untuk tahun 2027 masih berada pada tahap perencanaan.
“Untuk 2027 itu masih bentuk usulan. Mudah-mudahan yang terakomodir minimal sama dengan tahun sebelumnya, bahkan kalau bisa lebih,” katanya.
Sesuai arahan Bupati Kubu Raya, lanjut Sukiryanto, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Pak Bupati menargetkan sekitar 62 persen anggaran diarahkan ke sektor infrastruktur,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Sukiryanto mengingatkan agar seluruh anggaran yang telah dan akan dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal serta dikawal bersama oleh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga RT dan RW.
“Dengan pengawasan yang kuat, kita optimistis perencanaan pembangunan yang dirumuskan melalui Musrenbang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Teluk Pakedai,” katanya.
Musrenbang Jadi Forum Strategis
Menurut Sukiryanto, musrenbang merupakan forum strategis untuk menjaring aspirasi dan usulan pembangunan tahun 2027. Berdasarkan paparan Camat Teluk Pakedai, total nilai usulan pembangunan yang diajukan mencapai lebih dari Rp351 miliar.
“Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2026, anggaran yang terealisasi baru sekitar 12 persen dari total usulan. Namun tentu kita berharap ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kubu Raya saat ini menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat. Pada tahun ini, pemerintah daerah mengalami pemotongan anggaran sekitar Rp397 miliar, yang disebut sebagai pemotongan terbesar di Kalimantan. Ia berharap, ke depan situasi fiskal dapat lebih baik sehingga porsi anggaran pembangunan menjadi lebih besar pula. (ash)
Editor : Hanif