PONTIANAK POST - Warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Batu Ampar, pada Rabu sore (28/1) digemparkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di aliran sungai setempat. Bayi yang diperkirakan berusia satu hari itu ditemukan tanpa mengenakan pakaian dengan tali pusar masih belum terpotong.
Penemuan jasad bayi laki-laki tersebut bermula saat warga setempat, Epinto hendak berangkat kerja menggunakan perahu motor (kato) sekitar pukul 15.00 WIB. Belum jauh perahu motornya melaju, Epinto melihat objek yang semula dikira boneka mengapung di sisi kiri sungai, sekitar 100 meter dari rumahnya.
Namun setelah melihat adanya rambut pada objek tersebut, Epinto merasa curiga dan segera memanggil dua rekannya, Deri dan Anser, untuk memastikan temuan tersebut. Dengan menggunakan dayung, mereka mendekat dan memastikan bahwa objek yang mengapung itu merupakan jenazah manusia.
Ketiga saksi kemudian mengamankan jasad bayi agar tidak terbawa arus sungai dengan mengikatnya ke tepi menggunakan tongkat bambu dan tali nilon. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan Tim Sosial MTI, sebelum diteruskan ke pihak Polsek Batu Ampar.
Baca Juga: Warga Padang Tikar-Kubu Raya Temukan Bayi Laki-Laki di Bawah Pohon Kelapa
Kapolsek Batu Ampar, Iptu Fahrizal, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan adanya penemuan mayat bayi tersebut. Lokasi penemuan diketahui berada di perairan Desa Tanjung Beringin, sekitar 200 meter dari SD Negeri 19 Batu Ampar, yang merupakan wilayah perbatasan Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau.
“Benar, telah ditemukan jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan berusia satu hari. Kondisinya saat ditemukan tanpa pakaian dan tali pusar masih melilit, belum dipotong,” kata Ade, Selasa (3/2) di Sungai Raya.
Saat ini, lanjut Ade, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi tersebut. Polisi menduga bayi itu sengaja dibuang sesaat setelah dilahirkan.
“Kami menduga bayi ini sengaja dibuang oleh orang tuanya. Saat ini penyidik Polsek Batu Ampar bersama Satreskrim Polres Kubu Raya melakukan pendalaman, termasuk mendata warga di sekitar lokasi maupun wilayah perbatasan yang baru saja melahirkan,” ungkapnya.
“Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, jenazah bayi dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak menggunakan speed boat dengan pengawalan personel Polsek Batu Ampar. Evakuasi dilakukan untuk keperluan visum dan autopsi,” tutupnya.
Baca Juga: Ayah Kandung Pembuang Bayi di Batu Ampar-Kubu Raya Diringkus Polisi
Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut, termasuk adanya aktivitas mencurigakan atau warga yang menunjukkan gelagat tidak wajar setelah melahirkan, agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. (ash)
Editor : Hanif