Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kasus Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Tak Boleh Dianggap Sepele

Ashri Isnaini • Kamis, 5 Februari 2026 | 10:25 WIB
Muhammad Amri
Muhammad Amri

Kasus Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Tak Boleh Dianggap Sepele

PONTIANAK POST – Aksi teror pelemparan bom molotov di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (3/2) menggempar publik dan memicu kekhawatiran soal keamanan sekolah. Peristiwa tersebut menjadi perhatian banyak pihak termasuk dari Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Muhammad Amri, yang menegaskan perlunya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap akar masalah di balik kejadian tersebut.

Amri menilai, kejadian pelemparan bom molotov di lingkungan sekolah merupakan peristiwa yang tidak bisa dianggap sepele. Diameminta agar kasus tersebut diselidiki secara menyeluruh dengan melibatkan kepolisian, sehingga akar persoalan yang melatarbelakangi aksi tersebut dapat diketahui secara jelas.

“Ini harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan. Peristiwa pelemparan bom molotov di lingkungan sekolah harus diselidiki secara tuntas dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian, agar diketahui secara benar apa akar masalahnya hingga peristiwa ini bisa terjadi,” tegas Amri, Rabu (4/2) kepada Pontianak Post di Sungai Raya.

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah, baik guru, peserta didik, maupun tenaga kependidikan. Karena itu, segala bentuk ancaman keamanan di lingkungan pendidikan harus dicegah sedini mungkin.

“Lingkungan sekolah itu harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua. Baik untuk guru, anak didik, maupun karyawan sekolah. Jangan sampai ada rasa takut dalam menjalankan aktivitas belajar-mengajar,” ujarnya.

Amri juga mengapresiasi langkah cepat Polres Kubu Raya termasuk Polda Kalimantan Barat yang langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan. Dia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap motif serta pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

“Kita apresiasi respons cepat baik dari Polres Kubu Raya maupun Polda Kalbar yang langsung melihat kejadian di lapangan. Harapan kita, akar masalah dari peristiwa pelemparan bom molotov ini bisa segera ditemukan,” ucapnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini juga menyoroti kemungkinan adanya persoalan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang berpotensi menjadi pemicu konflik. Katanya, jika benar insiden yang terjadi tersebut berkaitan dengan bullying, maka harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan, kepala sekolah, serta para dewan guru.

“Kalau memang ada kaitannya dengan bullying, sekecil apa pun itu harus segera diselesaikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya bisa sangat serius,” jelasnya.

Amri pun mendorong agar sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya menyusun program pencegahan bullying yang melibatkan guru dan siswa secara aktif, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

“Harus ada program bersama antara guru dan murid agar bullying tidak lagi terjadi di lingkungan sekolah. Pencegahan jauh lebih penting agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Amri. (ash)

Editor : Hanif
#DPRD KUBU RAYA #bullying #kasus pelemparan bom molotov #SMPN 3 Sungai Raya #pencegahan