PONTIANAK POST – Suasana berbeda tampak di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (19/2) sore. Ratusan warga memadati kolam ikan di depan kantor tersebut untuk mengikuti Festival Mancing sambil ngabuburit yang digelar Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
Ribuan ekor ikan ditebar untuk memeriahkan mancing gratis. Tak butuh waktu lama, kail-kail peserta sudah melengkung menandakan umpan disambar ikan berukuran cukup besar.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan festival ini digelar sebagai ruang hiburan rakyat sekaligus upaya merajut silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini salah satu hiburan sambil menunggu azan dan membangun ikatan emosional antara pemerintah dan rakyat,” kata Sujiwo.
Sujiwo menilai, mancing gratis tersebut murni bentuk perhatian pemerintah daerah untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana selama Ramadan. Peserta tidak dipungut biaya dan diperbolehkan membawa pulang maksimal tujuh ekor ikan hasil tangkapan.
“Kita ingin memberikan hiburan kepada masyarakat di bulan Ramadan ini. Mancingnya gratis, peserta boleh membawa pulang tujuh ekor ikan. Bahkan untuk tiga peserta dengan ikan terberat, kita siapkan door prize,” jelasnya.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Dalam waktu singkat, sejumlah peserta berhasil mengumpulkan tangkapan dengan berat yang cukup signifikan. Salah satu peserta bahkan membawa pulang hampir dua kilogram ikan dari total tujuh ekor hasil pancingannya. Secara rata-rata, peserta memperoleh hasil di atas satu hingga satu setengah kilogram.
“Lumayan sekali. Mancing gratis, ikan dibawa pulang, yang paling berat dapat door prize, dapat hiburan, dapat silaturahmi. Banyak manfaatnya,” tambah Sujiwo.
Sujiwo menambahkan, festival mancing ini direncanakan berlangsung sekitar 15 kali selama Ramadan, dengan jeda pada hari-hari tertentu. Bahkan, melihat tingginya permintaan masyarakat dan respons positif di media sosial, tidak menutup kemungkinan kegiatan tersebut digelar lebih sering.
Sujiwo melihat, mancing gratis tersebut tak sekadar menjadi ajang menyalurkan hobi, namun festival ini juga bisa menjadi ruang interaksi yang cair antara pemerintah dan warga. Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, kebersamaan pun terjalin dalam balutan kesederhanaan dan keceriaan.
“Insya Allah kalau melihat antusiasme masyarakat, sepertinya akan kita laksanakan setiap hari. Walaupun saya ada kegiatan Safari Ramadan, nanti akan saya sampaikan ke staf agar tetap melayani para penghobi mancing,” katanya.
Sujiwo menegaskan, festival ini tidak dikemas secara berlebihan. Konsepnya sederhana, namun sarat makna kebersamaan.
“Ini hanya suka-suka saja, menjadi ajang silaturahmi antarwarga, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di momen Ramadan yang penuh berkah ini,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif