PONTIANAK POST - Kalangan parlemen Kubu Raya menilai pengelolaan sampah di kabupaten dengan sembilan kecamatan ini masih membutuhkan pembenahan serius, baik pada aspek hulu maupun hilir. Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin, menegaskan ada sejumlah hal yang perlu segera diperbaiki oleh pemerintah daerah.
Menurut Jainal, pembenahan harus dimulai dari penataan dan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Rasau Jaya. Menurut dia, sistem yang berjalan saat ini perlu dikaji ulang agar lebih efektif dan berorientasi jangka panjang.
“Ada beberapa hal yang memang perlu perbaikan. Di antaranya bagaimana pemerintah daerah menata dan mengelola TPA yang ada di Rasau Jaya,” kata Jainal kepada Pontianak Post, Jumat (20/2) di Sungai Raya.
Tak hanya di TPA, perhatian juga perlu diberikan pada keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), khususnya di wilayah perkotaan Kabupaten Kubu Raya. Jainal menilai penempatan TPS saat ini belum sepenuhnya menjangkau titik-titik strategis, sehingga masih ada warga yang membuang sampah secara sembarangan.
“Memang perlu dimaksimalkan terkait penempatan TPS. Ada beberapa titik tertentu yang memang harus disediakan TPS agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan,” katanya.
Jainal pun mengimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan penataan ulang TPS di kawasan perkotaan. Penambahan dan penempatan yang tepat dinilai menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Selain itu, Jainal menekankan pentingnya kajian mendalam terhadap pengelolaan TPA Rasau Jaya. Ia menilai TPA tidak semestinya hanya menjadi lokasi penumpukan dan penguraian sampah, melainkan harus didorong agar memiliki nilai manfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurut dia, penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah pemanfaatan gas metana menjadi biogas.
“Tempat pembuangan akhir itu tidak hanya dimusnahkan atau diuraikan, tetapi perlu teknologi agar bisa memberi manfaat. Misalnya biogas. Ini perlu kajian mendalam dan penerapan teknologi yang lebih maju,” jelasnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mendorong pemerintah daerah melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah berhasil mengelola TPA secara produktif dan ramah lingkungan. Dengan belajar dari praktik terbaik, ia berharap Kubu Raya dapat mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. (ash)
Editor : Hanif