PONTIANAK POST — Bupati Kubu Raya, Sujiwo bertemu langsung dengan warga Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Selasa (24/2) sore. Pertemuan yang berlangsung di Masjid Jami’ul Falah ini merupakan rangkaian dari kegiatan Safari Ramadan.
“Alhamdulillah, Pak Sekda, jajaran perangkat daerah, dan Forkopimda lengkap mendampingi saya. Ini momentum untuk merajut tali silaturahmi dan mempererat persaudaraan,” ujar Sujiwo yang didampingi unsur Forkopimda Kubu Raya.
Sujiwo menuturkan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial saat Ramadan, melainkan juga menjadi ruang mendekatkan pemerintah dengan masyarakat tanpa sekat birokrasi. Menurutnya, penting untuk membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan warga sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Selain bersilaturahmi, Sujiwo juga meninjau kondisi infrastruktur dan pelayanan publik di Sungai Kupah. Salah satu persoalan yang mencuat ialah belum tersedianya sinyal telekomunikasi (blank spot) di wilayah tersebut. Pemerintah daerah, kata Sujiwo, akan berkoordinasi dengan sejumlah penyedia layanan untuk menghadirkan menara telekomunikasi.
“Saya sudah harus berpikir bagaimana di sini kita akan coba dengan provider untuk membangun tower. Apakah Satelindo, Telkomsel, atau mana nanti yang bisa kita pasang di sini,” jelasnya.
Di sektor infrastruktur jalan, ia menilai akses menuju Sungai Kupah mulai membaik dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, sejumlah titik kembali mendapat penanganan, meski masih ada ruas yang perlu perhatian. Pemerintah menargetkan seluruh jalan poros strategis di Kecamatan Sungai Kakap dapat dituntaskan pada tahun depan. Setelah itu, prioritas diarahkan pada jalan lingkungan serta sektor pendidikan, kesehatan, perikanan, dan pertanian.
Sebagai wilayah pesisir dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan, Kecamatan Sungai Kakap juga menjadi perhatian khusus. Sujiwo menyatakan pemerintah daerah akan menyiapkan intervensi kebijakan guna mendukung kesejahteraan nelayan.
Di sisi lain, pemerintah daerah menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga bahan pokok dan elpiji bersubsidi menjelang Idulfitri. Ia memastikan langkah tersebut berlangsung hingga pasca-Idulfitri.
“Kita ada operasi pasar untuk normalisasi harga supaya tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga sembako. Untuk elpiji bersubsidi, target minimal 50 ribu tabung. Kami masih berkomunikasi agar jumlahnya bisa meningkat,” ungkapnya. (ash)
Editor : Hanif