Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Sujiwo Tegaskan Penataan Pedagang Pasar Wonodadi Harus Beri Solusi, Bukan Penggusuran

Ashri Isnaini • Senin, 2 Maret 2026 | 12:38 WIB

TINJAU: Bupati Sujiwo melakukan peninjauan langsung ke Pasar Wonodadi, Desa Arang Limbung, untuk melihat kondisi fasilitas dan aktivitas pedagang, Kamis (26/2).
TINJAU: Bupati Sujiwo melakukan peninjauan langsung ke Pasar Wonodadi, Desa Arang Limbung, untuk melihat kondisi fasilitas dan aktivitas pedagang, Kamis (26/2).

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan penertiban pedagang kaki lima di Pasar Wonodadi, Desa Arang Limbung, tidak boleh berujung pada penggusuran semata. Saat meninjau Pasar Wonodadi pada Kamis (26/2), Sujiwo menekankan penataan harus dibarengi solusi yang menjamin keberlangsungan usaha para pedagang kecil.

Sujiwo mengapresiasi langkah cepat jajaran kecamatan, pemerintah desa, dan Satuan Polisi Pamong Praja yang telah menertibkan pedagang hingga mundur sekitar lima meter dari bibir jalan. Sebelumnya, sebagian pedagang membuka lapak tepat di atas badan jalan raya.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Camat, Pak Kades, dan petugas lainnya termasuk Satpol PP, yang kemarin sudah bisa memundurkan sampai lima meter dari bibir jalan. Kalau kemarin mereka jualan sudah di atas jalan raya,” kata Sujiwo.

Menurut dia, penataan diperlukan untuk mengembalikan fungsi jalan bagi pejalan kaki dan pengendara. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan. Pemerintah, kata Sujiwo, harus hadir dengan solusi.

“Sekali lagi, karena ini menyangkut perut, yang penting mereka mau kita tata. Silakan untuk berjualan dulu. Tapi kita akan carikan solusi, bagaimana mereka bisa kita lokalisir,” ucapnya.

Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah pemanfaatan lahan milik perusahaan Bumi Raya Utama (BRU) di sekitar lokasi pasar. Pemerintah kabupaten akan membangun komunikasi dengan pihak perusahaan untuk kemungkinan penggunaan lahan tersebut sebagai lokasi relokasi pedagang.

“Kebetulan di sini ada lahan Bumi Raya Utama. Kita akan komunikasikan nanti bentuknya seperti apa. Saya tugaskan Kadis Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, bu Nora untuk membangun komunikasi dengan BRU. Mudah-mudahan mereka merespons positif,” katanya.

Jika tercapai kesepakatan, pemerintah kabupaten akan menganggarkan pembangunan kios dan lapak agar para pedagang dapat direlokasi secara tertata. Relokasi itu, menurut dia, juga akan mengakomodasi pedagang yang selama ini belum memiliki tempat tetap.

“Setelah kita dapat persetujuan, baru kita anggarkan pembangunan kios-kiosnya, sehingga pedagang di sepanjang ini bisa kita lokalisir, termasuk yang belum terakomodir,” ujar Sujiwo.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini menegaskan konsep penataan yang diterapkan di Kubu Raya mengedepankan pendekatan humanis. Pemerintah, kata dia, tidak akan menempuh cara-cara represif terhadap pedagang kecil.

“Kita lagi gencar penataan. Tapi ketika kita gusur, kita harus kasih solusi. Bukan main gusur, gusur, gusur walaupun mereka salah. Ingat, mereka rakyat yang untuk urusan perut, bukan untuk jadi kaya, tapi untuk menyambung hidup,” ungkapnya. 

Sujiwo menilai, pendekatan tersebut terbukti efektif. Dalam sejumlah penataan sebelumnya, pemerintah daerah mengklaim tidak terjadi gejolak berarti karena selalu disertai alternatif solusi.

“Wajib hukumnya ketika kita menata, kita berikan solusi. Apalagi ini Ramadan, tidak mungkin kita langsung gusur. Secara aturan mereka memang tidak punya hak karena berjualan di ruang publik, tapi kita tetap beri kesempatan. Yang penting rapi, tidak macet, dan menjaga kebersihan,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah lokasi relokasi siap, proses pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Bagi Sujiwo, wajah Kubu Raya tidak hanya ditentukan oleh kerapian tata ruang, tetapi juga oleh keberpihakan pada warga kecil.

“Konsep di Kubu Raya harus dengan hati, humanis, dan mengedepankan keberlangsungan hidup rakyat kecil,” pungkasnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#Pasar Wonodadi #Penataan pedagang #pemerintah daerah #kubu raya #Bupati sujiwo