Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Irfan Zaki, Santri yang Meninggal Diduga Akibat Karena Dianiaya di Ponpes

Ashri Isnaini • Jumat, 13 Maret 2026 | 18:59 WIB

Irfan Zaki Azizi (16) meninggal dunia pada Jumat (13/3) setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Irfan Zaki Azizi (16) meninggal dunia pada Jumat (13/3) setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

PONTIANAK POST  – Polres Kubu Raya menyelidiki kematian seorang santri Pondok Pesantren Labbaik Indonesia (Putra) di Kecamatan Sungai Kakap. Santri bernama Irfan Zaki Azizi (16) meninggal dunia pada Jumat (13/3) sekitar pukul 07.40 WIB setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sebelumnya, Irfan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Anton Soedjarwo Pontianak. Namun karena kondisinya memerlukan pemeriksaan lanjutan, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Santo Antonius Pontianak untuk menjalani pemeriksaan CT Scan serta perawatan intensif oleh tim medis.

Dari hasil pemeriksaan CT Scan, tim medis menemukan adanya pembengkakan pada bagian otak korban. Meski demikian, pemeriksaan juga menunjukkan tulang tengkorak kepala korban dalam kondisi baik tanpa ditemukan keretakan maupun trauma.

Selain itu, tim medis juga mendapati adanya pembengkakan pada area wajah korban, terutama di bagian dagu bawah, kedua mata, serta kening.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Irfan dipulangkan dengan pengawalan dan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Kubu Raya.

Suasana duka menyelimuti rumah pamannya, Syukur, di Jalan Ampera, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, tempat jenazah disemayamkan sebelum dilaksanakan prosesi fardhu kifayah dan salat jenazah.

Rencananya, jenazah almarhum akan dibawa pulang menuju kampung halamannya di Kabupaten Kayong Utara pada ba’da Ashar menggunakan speedboat milik Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. Pemulangan jenazah tersebut turut didampingi Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari.

Sementara itu, terkait penyebab pasti kematian korban, pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi. Meski demikian, keluarga tetap meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan guna mengungkap secara jelas penyebab meninggalnya Irfan.

Saat ini, Unit PPA Satreskrim Polres Kubu Raya bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih terus mengumpulkan berbagai keterangan serta bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Nunut Rivaldo Simanjuntak melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Kubu Raya bersama KPAI dan stakeholder terkait. Saat ini kami juga masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit sebagai bagian dari proses pengumpulan alat bukti,” ujar Ade, Jumat sore (13/3) di Sungai Raya. 

Ade menegaskan, kepolisian berkomitmen menangani perkara tersebut secara transparan dan objektif agar penyebab kematian korban dapat diketahui secara jelas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum tentu benar di media sosial. Percayakan proses ini kepada pihak kepolisian yang saat ini masih bekerja maksimal untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan keadilan bagi pihak korban,” katanya.

Polres Kubu Raya lanjutnya, memastikan seluruh proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh di lapangan. “Polisi juga membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk memberikan keterangan guna membantu proses penyelidikan,” tutup Ade. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#santri meninggal dunia #polisi selidiki penyebab kematian #pondok pesantren #dugaan penganiayaan