PONTIANAK POST – Kepolisian Resor Kubu Raya mulai mempersiapkan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Persiapan itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Kapuas 2026 yang digelar di halaman Mapolres Kubu Raya, Kamis (12/3) sore.
Usai memimpin apel, Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika, menegaskan kesiapan aparat kepolisian bersama unsur terkait dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama masa mudik Lebaran.
Dalam operasi pengamanan tahun ini, Polres Kubu Raya menyiagakan sebanyak 185 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, serta berbagai instansi terkait. Personel tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, hingga kecelakaan selama periode mudik dan arus balik.
“Operasi Ketupat Kapuas 2026 ini merupakan bentuk komitmen Polri bersama seluruh stakeholder untuk memberikan pengamanan maksimal selama arus mudik hingga arus balik Lebaran. Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kadek Ary Mahardika.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Kubu Raya mendirikan empat pos pengamanan dan pelayanan di wilayah yang dinilai memiliki potensi kepadatan aktivitas masyarakat maupun arus kendaraan.
Empat pos tersebut terdiri dari dua pos pengamanan dan dua pos pelayanan. Pos pengamanan berada di kawasan Parit Baru, Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya serta di Pelabuhan Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya. Sementara pos pelayanan ditempatkan di Bandara Internasional Supadio dan di Jalan Trans Kalimantan, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.
Kadek Ary Mahrdika menjelaskan, pos pelayanan di Bandara Internasional Supadio memiliki peran penting karena bandara tersebut merupakan pintu utama keluar-masuk masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur udara.
“Bandara Supadio merupakan pintu masuk dan keluar masyarakat yang akan melaksanakan mudik melalui jalur udara. Karena itu kami tempatkan pos pelayanan untuk memberikan pelayanan kepolisian sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Sementara itu, pos pelayanan di kawasan Teluk Bakung, Jalan Trans Kalimantan, dibangun untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat mengingat jaraknya cukup jauh dari kantor polisi terdekat.
“Pos ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan kamtibmas, kemacetan, maupun kecelakaan lalu lintas di jalur Trans Kalimantan,” katanya.
Selain penempatan personel di pos pengamanan dan pelayanan, Operasi Ketupat Kapuas juga dibagi ke dalam sejumlah satuan tugas (satgas) yang memiliki fungsi berbeda. Mulai dari satgas preemtif, preventif, hingga satgas keselamatan dan ketertiban lalu lintas (Kamsel Tipcar Lantas).
Satgas Kamsel Tipcar Lantas nantinya akan melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah ruas jalan bersama instansi terkait guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman selama periode mudik Lebaran.
“Satgas ini akan melakukan patroli di jalan raya bersama stakeholder terkait untuk memantau situasi lalu lintas, terutama di titik-titik rawan kemacetan maupun kecelakaan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas menjelang musim mudik. Menurutnya, kejahatan kerap terjadi karena adanya kesempatan.
Karena itu, masyarakat yang akan meninggalkan rumah untuk mudik diimbau memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik dan aman sebelum ditinggalkan,” katanya.
Selain pengamanan di jalur darat, pengawasan terhadap arus barang dan penumpang di bandara juga akan ditingkatkan untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang seperti narkotika maupun barang ilegal lainnya.
Pengawasan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan petugas keamanan bandara, TNI, serta personel TNI Angkatan Udara yang bertugas di Bandara Supadio.
“Pengawasan ini tidak hanya dilakukan oleh Polri, tetapi juga bersama satuan pengamanan bandara, TNI, serta TNI AU di Bandara Supadio untuk memonitor pergerakan barang maupun aktivitas yang mencurigakan,” ungkapnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan, baik melalui kantor polisi terdekat maupun layanan darurat kepolisian. (ash)
Editor : Hanif