Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Karhutla Meluas di Kubu Raya, Puluhan Hektare Lahan Gambut Terbakar

Miftahul Khair • Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:15 WIB

Polres Kubu Raya bersama TNI, BNPB, Manggala Agni, serta instansi terkait langsung turun ke lapangan melakukan pemadaman api di lahan gambut pada Rabu (25/3).
Polres Kubu Raya bersama TNI, BNPB, Manggala Agni, serta instansi terkait langsung turun ke lapangan melakukan pemadaman api di lahan gambut pada Rabu (25/3).

PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Sejumlah titik api terdeteksi di beberapa kecamatan, memicu respons cepat dari aparat gabungan untuk mencegah kebakaran meluas.

Polres Kubu Raya bersama TNI, BNPB, Manggala Agni, serta instansi terkait langsung turun ke lapangan melakukan pemadaman dan pendinginan pada Rabu (25/3). Langkah ini difokuskan pada titik-titik rawan guna mengendalikan api sekaligus mencegah kemunculan kembali bara di lahan gambut.

Kapolres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan meliputi penyekatan api serta pendinginan di area terdampak.

Di Kecamatan Sungai Raya, kebakaran melanda wilayah Desa Mekar Sari dan Desa Sei Asam. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare. Kondisi di lapangan cukup menyulitkan karena terbatasnya sumber air di sekitar lokasi.

Baca Juga: Kubu Raya Tetapkan Status Siaga Karhutla 2026, Kerahkan Seluruh Kekuatan Cegah Kebakaran

"Kendalanya adalah minimnya sumber air di lokasi. Tim hanya menemukan satu titik air dengan debit yang sangat kecil, sementara jarak kebakaran ke pemukiman warga hanya berkisar 1.000 meter," ujar Ade menerangkan, Kamis (26/3).

Kebakaran juga terjadi di Desa Arang Limbung dengan luas sekitar 4,5 hektare, termasuk area yang berada dekat fasilitas pendidikan. Sementara di Desa Permata Jaya, tim melakukan penyekatan pada lahan gambut seluas 3 hektare guna mencegah api merembet ke permukiman warga.

Di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, tim menghadapi tantangan tambahan berupa kondisi vegetasi kering serta angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Jarak sumber air yang mencapai puluhan kilometer turut menjadi kendala dalam proses pemadaman.

"Kami melakukan penyekatan agar api tidak masuk ke konsesi perusahaan maupun lebih dalam ke lahan masyarakat. Jarak sumber air yang mencapai 50 km menjadi tantangan tersendiri, namun personel di lapangan terus berupaya maksimal hingga malam hari," ungkap Ade.

Sementara itu, di Kecamatan Batu Ampar, dua titik panas terdeteksi melalui sistem pemantauan digital. Tim segera dikerahkan untuk melakukan pengecekan serta penanganan dini guna mencegah kebakaran meluas.

Baca Juga: Bupati Kubu Raya Apresiasi Peran BKMT dalam Pembangunan SDM dan Dukung Program Daerah

Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja.

"Kami tegaskan, Polres Kubu Raya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran lahan. Jangan mengorbankan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan demi kepentingan pribadi atau pembukaan lahan secara instan," tegas Ade.

Selain itu, proses pendinginan terus dilakukan karena karakteristik lahan gambut memungkinkan api tetap menyala di bawah permukaan meskipun terlihat padam di atas.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Hingga saat ini, personel gabungan masih disiagakan di sejumlah lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dan tidak ada potensi kebakaran susulan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Manggala Agni #bhayangkara #Polres Kubu Raya #karhutla #lahan gambut