Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Pemkab Kubu Raya Perketat Pengawasan Lahan Gambut

Miftahul Khair • Selasa, 31 Maret 2026 | 07:00 WIB

Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (26/3).
Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (26/3).

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengintensifkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (26/3). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kubu Raya Sujiwo dan dihadiri unsur Forkopimda, legislatif, aparat keamanan, hingga perwakilan perusahaan dan masyarakat peduli api.

Dalam rapat tersebut, Kabagops Polres Kubu Raya AKP Samidi mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut dengan kedalaman 2 hingga 7 meter, sehingga sangat rentan terbakar saat musim kemarau.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan pemantauan, puluhan titik api terdeteksi di Kecamatan Rasau Jaya, dengan beberapa desa masuk kategori rawan.

Baca Juga: Bupati Kubu Raya Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026, Instruksikan Patroli Terpadu Selama Status Darurat

Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan jajarannya akan meningkatkan patroli serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.

“Kami juga akan menindak tegas pelaku pembakaran lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada posisi strategis Rasau Jaya sebagai wilayah penyangga Bandara Supadio, sehingga potensi kabut asap dinilai dapat berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan.

Di sisi lain, sejumlah kendala masih dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan sumber air serta belum jelasnya status kepemilikan lahan yang terbakar. Hal ini diakui oleh pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Dandim 1207 Pontianak Kolonel Inf Robbi Firdaus menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pencegahan karhutla, termasuk peningkatan kesiapan sarana dan prasarana di tingkat desa.

Baca Juga: Kesbangpol Kubu Raya Minta Ormas Aktif Edukasi Warga untuk Mencegah Karhutla Saat Kemarau

Sementara itu, Bupati Kubu Raya meminta seluruh perangkat daerah untuk melakukan pendataan lahan, khususnya yang belum dikelola, guna memudahkan pengawasan ke depan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran lahan.

“Penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Segera laporkan jika menemukan titik api agar bisa cepat ditangani,” ujarnya.

Dengan langkah mitigasi yang terintegrasi, diharapkan potensi karhutla di wilayah Kubu Raya dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat maupun lingkungan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#bhayangkara #karhutla #lahan gambut #kemarau panjang