PONTIANAK POST — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di daerahnya meningkatkan akurasi pendataan penerima bantuan sosial. Ia menekankan pentingnya verifikasi langsung di lapangan agar bantuan pemerintah tepat sasaran.
Menurut Sujiwo, ketepatan data menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program perlindungan sosial. Ia mengingatkan pendamping PKH tidak hanya mengandalkan data administratif yang sudah ada, tetapi juga memastikan kesesuaiannya dengan kondisi riil masyarakat.
“Pendamping PKH harus benar-benar memastikan data yang ada sesuai dengan kondisi di lapangan. Jangan hanya berpatokan pada data lama,” kata Sujiwo, Selasa (31/3) saat menghadiri kegiatan ground check Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.
Sujiwo juga menyoroti masih adanya potensi ketidaksesuaian dalam pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat atau desil. Kondisi itu, menurut dia, dapat menyebabkan warga yang seharusnya masuk kategori paling rentan justru tidak terakomodasi dalam program bantuan.
Baca Juga: Transportasi Terintegrasi, Fondasi Pontianak Maju Humanis Berwawasan Lingkungan
“Jangan sampai ada anomali data. Ada warga yang seharusnya masuk desil 1 atau desil 2 justru terlewati. Ini yang harus kita benahi bersama,” jelasnya.
Sujiwo menambahkan, validasi data yang akurat akan berdampak langsung pada efektivitas program bantuan sosial, terutama bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan yang menjadi prioritas pemerintah.
Dia menegaskan, kesalahan data tidak hanya berisiko membuat bantuan tidak tepat sasaran, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakadilan di tengah masyarakat.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru terlewat, atau sebaliknya, yang tidak berhak malah menerima,” katanya.
Melalui ground check ini, kata Sujiwo, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap terjadi sinkronisasi antara data administrasi dan kondisi faktual di lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (ash)
Editor : Hanif