PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menempuh skema gotong-royong untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni di kawasan bantaran Sungai di Kubu Raya. Upaya ini dilakukan karena keterbatasan program pemerintah yang tidak dapat menjangkau wilayah tersebut akibat persoalan legalitas lahan.
Bupati Kubu Raya,. Sujiwo menyebut rehabilitasi rumah di bantaran sungai sebagai misi sosial dan kemanusiaan. Menurut dia, warga di kawasan tersebut tetap membutuhkan bantuan meski tidak tersentuh program yang bersumber dari anggaran negara.
“Di bantaran sungai, legalitas kepemilikan tanah tidak ada. Akibatnya, program dari keuangan negara tidak bisa masuk. Lalu apakah mereka akan kita biarkan?” ujar Sujiwo baru-baru ini saat memimpin rapat koordinasi terkait agenda tersebut di ruang kerjanya.
Pertemuan diikuti sejumlah pihak, antara lain Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Korpri, Bank Kalbar, Perumda Tirta Raya, serta perwakilan DPRD Provinsi Kalimantan Barat.
Baca Juga: Semarak Lanceng Praben 2026 Kubu Raya Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya dan Pariwisata
Dia mengatakan, kondisi tersebut menuntut kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, kata dia, akan menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk merehabilitasi rumah secara bertahap.
Di luar kawasan bantaran sungai, program rehabilitasi rumah tidak layak huni tetap berjalan menggunakan anggaran pemerintah. Sepanjang tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah membangun 1.460 unit rumah dan masih berlanjut.
“Bisa saja tembus dua ribu lebih. Tetapi program itu tidak bisa menyentuh daerah bantaran sungai,” katanya.
Sujiwo mengaku telah meninjau sejumlah rumah di kawasan bantaran. Sebagian sudah direhabilitasi, sementara lainnya masih dalam proses pengerjaan. Dia menilai capaian tersebut tidak lepas dari partisipasi masyarakat.
Pemerintah daerah sebelumnya juga menghimpun dana tali asih menjelang Hari Raya Idulfitri dan perayaan keagamaan lainnya. Upaya itu, kata dia, mencerminkan kepercayaan publik yang kuat.
Baca Juga: Terjatuh dari Kapal di Sungai Kapuas, ABK TB Sinar Marine 05 Ditemukan Meninggal Dunia
“Kepercayaan masyarakat ini yang akan kami jaga. Kami akan terus melanjutkan pengabdian ini,” ujarnya. Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, pemerintah akan melakukan pendataan melalui sejumlah organisasi perangkat daerah. Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda Litbang, dan Dinas Sosial akan dilibatkan untuk turun langsung ke lapangan. (ash)
Editor : Hanif