PONTIANAK POST — Di tengah tingginya kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kabupaten Kubu Raya justru tidak memperoleh bantuan peralatan pemadam dari pemerintah pusat, padahal wilayah ini memiliki hamparan gambut luas dan sejumlah objek strategis.
Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dia menyebut, potensi kebakaran di Kubu Raya tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas di kawasan strategis, termasuk bandara dan instalasi militer.
“Untuk Kubu Raya, kita tidak kebagian bantuan alat pemadam kebakaran,” kata Yusran, baru-baru ini usai Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi dan Pengendalian Karhutla di Aula Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Yusran menegasakan, pemerintah kabupaten akan segera merespons kondisi tersebut dengan mengajukan proposal permintaan bantuan ke pemerintah pusat. Langkah ini dinilai mendesak mengingat karhutla merupakan kejadian yang hampir rutin terjadi setiap tahun di wilayah Kubu Raya.
Baca Juga: DPRD Pontianak Minta Dukungan Komisi V DPR RI Percepat Proposal Perbaikan Dermaga Feri
“Potensi karhutla di Kubu Raya ini sudah rutin terjadi dan berada dekat kawasan strategis,” ujarnya.
Dia menduga, tidak masuknya Kubu Raya dalam daftar penerima bantuan lantaran dipengaruhi keterbatasan anggaran pemerintah pusat, sehingga penyaluran bantuan harus dilakukan berdasarkan skala prioritas daerah.
“Mungkin karena pendanaan terbatas, sehingga ada prioritas daerah tertentu,” ucapnya.
Selain itu, Yusran juga membuka kemungkinan bahwa data yang diterima pemerintah pusat terkait kondisi karhutla di Kubu Raya belum sepenuhnya lengkap. Hal ini, menurut dia, akan segera diperbaiki oleh pemerintah daerah.
“Kita masih positive thinking, mungkin informasi dari kita belum lengkap. Ini yang akan kita perbaiki,” ucapnya.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Targetkan Ganti Rugi Lahan Sungai Limau Tuntas Tahun 2026 Secara Transparan
Yusran juga memastikan pemerintah kabupaten akan bersikap proaktif dengan segera melaporkan kondisi tersebut kepada bupati serta menyusun usulan resmi permohonan bantuan peralatan pemadam kebakaran.
“Dan tentunya, kita akan buat usulan resmi untuk memohonkan bantuan, karena ini sangat mendesak,” tutup Yusran. (ash)
Editor : Hanif