Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cakupan Imunisasi Kubu Raya Masih Rendah, Dinkes Genjot Program Imunisasi Kejar Selama Satu Bulan

Ashri Isnaini • Sabtu, 11 April 2026 | 12:59 WIB
Wan Iwansyah.
Wan Iwansyah.

PONTIANAK POST – Dinas Kesehatan Kubu Raya terus menggenjot capaian imunisasi dasar lengkap yang masih tergolong rendah. Hingga tahun 2025, cakupan imunisasi di kabupaten dengan sembilan kecamatan ini baru mencapai 52,6 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 98 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengatakan imunisasi merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Karena itu, rendahnya capaian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Imunisasi ini bagian dari upaya pencegahan stunting. Tapi memang cakupan kita masih rendah, tahun lalu baru 52,6 persen untuk imunisasi dasar lengkap,” ujar Wan Iwansyah kepada Pontianak Post, Jumat (10/4) di Sungai Raya.

Dia menjelaskan, capaian imunisasi di Kubu Raya belum merata. Sejumlah wilayah tercatat sudah berada dalam kategori aman, seperti Kecamatan Terentang, wilayah kerja Puskesmas Punggur, Puskesmas Sungai Asam di Kecamatan Sungai Raya, serta Puskesmas Lingga.

Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M2,6 Dirasakan di Kayan Hilir-Sintang, BMKG Ungkap Penyebab dari Aktivitas Sesar

“Beberapa wilayah sudah aman, tapi sebagian besar lainnya masih berada di kategori kuning dan merah. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Menurut Wan Iwansyah, rendahnya capaian imunisasi di beberapa wilayah dipengaruhi berbagai faktor, termasuk karakteristik sosial masyarakat. Di wilayah perkotaan, katanya tingkat partisipasi masyarakat justru cenderung lebih rendah dibandingkan di pedesaan.

“Di kota, masyarakat cenderung sibuk, banyak distraksi seperti media sosial dan hiburan. Sementara di desa, mobilisasi masyarakat untuk ke posyandu relatif lebih mudah,” jelasnya.

Untuk meningkatkan capaian tersebut, pihaknya meluncurkan program “imunisasi kejar” yang akan dilaksanakan selama satu bulan, mulai 7 April hingga 7 Mei 2026. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau bahkan belum pernah diimunisasi.

“Imunisasi kejar ini fokus pada sasaran yang belum lengkap atau belum sama sekali. Selama satu bulan, kita akan terus mengejar target itu,” tegasnya.

Baca Juga: Polres Singkawang Sisir Hotspot di Singkawang Selatan, Perkuat Patroli untuk Cegah Karhutla

Selain itu, program makan bergizi gratis (MBG) yang menyasar bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui juga mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan ke Posyandu.

“Dengan adanya MBG, kunjungan ke Posyandu mulai meningkat dibandingkan sebelumnya. Walaupun memang belum merata di semua desa,” ungkapnya.

Dia berharap peningkatan kunjungan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan kesehatan, mulai dari imunisasi hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

Namun, Wan Iwansyah mengakui masih ada masyarakat yang enggan mengikuti imunisasi meskipun telah mendapatkan manfaat program MBG. Untuk itu, pendekatan edukasi akan terus diperkuat.

“Kalau ada yang masih menolak, kita tidak bisa memaksa. Yang bisa kita lakukan adalah terus memberikan edukasi,” jelasnya.

Baca Juga: Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Singkawang, Lebih dari 20 Ribu Warga Terima Beras dan Minyak

Dengan berbagai upaya tersebut, kata Wan Iwansyah pihaknya optimistis capaian imunisasi dapat terus meningkat, meski masih menghadapi tantangan besar.

“Target nasional 98 persen, sementara kita baru 52,6 persen. Ini memang pekerjaan rumah besar, tapi kami akan terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#stunting #dinkes #Cakupan Imunisasi #Wan Iwansyah #kubu raya