Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bupati Kubu Raya Fokus Pemetaan Lahan dan Validasi Data untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian

Ashri Isnaini • Selasa, 14 April 2026 | 12:44 WIB
Sujiwo
Sujiwo

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mengoptimalkan sektor pertanian di daerahnya. Sujiwo menyatakan upaya tersebut akan diawali dengan pemetaan ulang potensi lahan pertanian secara menyeluruh di sembilan kecamatan. Dia juga menekankan pentingnya validasi data agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

“Data yang kita miliki harus divalidasi kembali. Kita ingin memastikan secara riil potensi lahan produktif di setiap kecamatan, apakah cocok untuk padi, jagung, hortikultura, atau komoditas lainnya,” ujar Sujiwo kepada Pontianak Post, Senin (13/4) di Sungai Raya.

Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi penting dalam merancang program peningkatan produktivitas pertanian yang berkelanjutan. Dia juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kubu Raya untuk tidak hanya fokus pada data, tetapi turut membangkitkan kembali semangat para petani.

Sujiwo menegaskan, pemerintah harus hadir melalui kebijakan konkret, terutama dalam bentuk dukungan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Bantuan tersebut, kata dia, bisa berupa penyediaan benih unggul, pupuk, hingga sarana pengendalian hama.

Baca Juga: 135 Calon Paskibraka Kubu Raya Lolos Seleksi Administrasi dan Siap Ikuti Tahapan Lanjutan

“Kelompok tani yang memiliki lahan luas harus diperhatikan secara serius. Kita hadir bukan sekadar secara fisik, tetapi melalui kebijakan anggaran yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” tegasnya.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini juga menyoroti masih lemahnya dukungan terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan), yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produktivitas. Karena itu, dia mendorong adanya konsep teknis yang matang dari kepala dinas untuk menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian.

Lebih lanjut, Sujiwo mengakui dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan luas lahan produktif dan hasil produksi pertanian di Kubu Raya. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak lepas dari minimnya kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan nyata kepada petani.

“Ini menjadi tantangan bersama. Kita tidak bisa menyalahkan petani yang beralih ke sektor lain seperti perkebunan sawit. Mereka tentu mempertimbangkan aspek ekonomi dan keberlangsungan hidup keluarga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, banyak petani yang akhirnya meninggalkan sektor pangan karena dinilai tidak menguntungkan. Bahkan, tidak sedikit yang mengalami kerugian saat panen akibat tingginya biaya produksi.

Baca Juga: Satgas Yonarmed 12 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 940 Kg Beras Asal Timor Leste di Jalur Ilegal Perbatasan Belu

“Kalau modal satu juta, tapi setelah panen hanya kembali 800 ribu, tentu itu menjadi pertimbangan besar bagi petani. Di sinilah negara harus hadir memberikan solusi,” jelasnya.

“Untuk itu, Pemkab Kubu Raya akan berkomitmen memperkuat dukungan kebijakan agar sektor pertanian kembali memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan. Dengan demikian, petani tidak lagi terdorong untuk beralih ke komoditas lain,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#Bupati Kubu Raya #pertanian #Pemetaan Lahan #sujiwo #validasi data