PONTIANAK POST — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyatakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Quran, serta membentuk karakter generasi yang religius dan berakhlak mulia.
“MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya saat membuka MTQ XII tingkat Kabupaten Kubu Raya di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Selasa malam (14/4).
Sujiwo menekankan keberhasilan dalam MTQ tidak instan, melainkan melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Pemkab Kubu Raya berkomitmen mendukung melalui anggaran dan program pembinaan agar potensi anak-anak berkembang optimal.
Ia berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Pastikan Harga Pangan Stabil Pasca Idulfitri, Stok Aman dan Terkendali
“Pemkab Kubu Raya menyiapkan hadiah umrah bagi juara pertama di tingkat provinsi, serta kunjungan ke Pulau Jawa bagi juara kedua dan ketiga,” katanya.
Sujiwo menilai Kubu Raya memiliki peluang besar meraih prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Barat, didukung banyaknya pondok pesantren dan potensi qori-qoriah. Namun, ia mengingatkan pentingnya sikap legawa dalam menerima hasil.
Ketua Panitia MTQ XII Kubu Raya, Jurin, mengatakan tema yang diusung “Merajut Harmoni dalam Keberagaman”. Ini mencerminkan masyarakat Kubu Raya yang majemuk, tetapi tetap rukun.
“MTQ juga menjadi sarana pembinaan agar peserta tidak hanya mahir membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Alquran,” katanya.
MTQ XII Kubu Raya diikuti 705 peserta dengan berbagai cabang lomba. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua LPTQ Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Purn Andi Musa, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Umi Kulsum, serta tokoh agama dan masyarakat lintas etnis. (ash)
Editor : Hanif