Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tekanan Fiskal Daerah, Sujiwo Alihkan Anggaran Infrastruktur Jalan ke Pembangunan Pendidikan

Ashri Isnaini • Jumat, 17 April 2026 | 11:47 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar Guru Kecamatan Teluk Pakedai dan Kecamatan Kubu di Qubu Resort, Kamis (16/4).
Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar Guru Kecamatan Teluk Pakedai dan Kecamatan Kubu di Qubu Resort, Kamis (16/4).

PONTIANAK POST - Pemangkasan transfer keuangan dari pemerintah pusat berdampak langsung pada pembangunan sektor pendidikan di Kubu Raya. Bupati Sujiwo mengakui kondisi tersebut membuat pembangunan sektor pendidikan di Kubu Raya belum bisa digarap secara optimal selama setahun terakhir.

“Ya, kita ini mempunyai keterbatasan anggaran, apalagi dengan kondisi fiskal nasional yang berdampak terhadap fiskal daerah, di mana ada pemangkasan transfer ke daerah cukup besar. Sehingga, satu tahun kepemimpinan saya ini, saya belum bisa maksimal untuk memperhatikan dunia pendidikan,” ujar Sujiwo, Kamis (16/4) saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar Guru Kecamatan Teluk Pakedai dan Kecamatan Kubu di Qubu Resort, Kubu Raya.

Dia menegaskan, sektor pendidikan sejatinya merupakan bagian dari belanja wajib (mandatory spending) yang seharusnya mendapat perhatian besar. Namun, tekanan fiskal membuat ruang gerak pemerintah daerah menjadi terbatas.

Meski demikian, Sujiwo memastikan akan mengubah strategi pembangunan pada tahun mendatang. Seiring dengan progres pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai hampir rampung, pemerintah daerah berencana mengalihkan sebagian anggaran ke sektor pendidikan.

Baca Juga: Wabup Kubu Raya Adukan Masalah Koperasi ke Menkopolkam, Sukiryanto: Modal hingga Distribusi Pangan Tersendat

“Saya melihat tahun depan itu jalan-jalan poros sudah mulai terbangun dan sebagian hampir selesai. Maka saya akan mengurangi yang untuk jalan, kita gunakan untuk kemajuan dunia pendidikan,” jelasnya.

Pengalihan anggaran tersebut, lanjut dia, akan difokuskan pada pembangunan fisik sarana dan prasarana pendidikan, seperti gedung sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang masih membutuhkan peningkatan kualitas.

Untuk menutup keterbatasan anggaran daerah, Sujiwo juga mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendatangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Dia menyebut, Kubu Raya menargetkan memperoleh sekitar enam titik program Infrastruktur Jembatan Daerah (IJD) dengan total nilai mencapai Rp120 miliar atau sekitar Rp20 miliar per titik. Selain itu, pemerintah daerah juga berharap mendapat tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Dengan pertimbangan ini, saya bisa menggeser sebagian anggaran ke pendidikan, kesehatan, dan perangkat daerah lainnya. Nah, inilah strategi. Di masa sulit seperti ini, kita memang harus pintar-pintar,” tuturnya.

Baca Juga: Yon Parako 466 Pasgat dan Basarnas Evakuasi Jenazah Korban Heli PK-CFX ke Supadio

Di kesempatan yang sama, Sujiwo juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tenaga pendidik, untuk tetap solid dan kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak kondisi global terhadap ekonomi nasional.

“Ketika bangsa ini sedang dilanda kesulitan, hilangkan dulu perbedaan. Kita harus menghadapi kesulitan ini bersama-sama,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#pendidikan #fiskal daerah #Bupati Kubu Raya #sujiwo #Anggaran Jalan