Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Menteri LH Ingatkan Daerah Siaga Karhutla, Kalbar dan Riau Jadi Daerah Paling Rawan

Ashri Isnaini • Sabtu, 18 April 2026 | 13:09 WIB
Sekda Kubu Raya Yusran Anizam mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerja di Poktan Desa Sumber Rizeki, Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (16/4). (ISTIMEWA)
Sekda Kubu Raya Yusran Anizam mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerja di Poktan Desa Sumber Rizeki, Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (16/4). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan seluruh daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini. Peringatan ini menyusul tren peningkatan titik panas yang lebih cepat hingga awal April 2026.

Menurut Hanif, wilayah Riau dan Kalimantan Barat menjadi daerah paling rawan, terlebih dengan potensi kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini.

“Jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan. Apalagi tahun 2026 diperkirakan menghadapi kemarau panjang. Semua pihak harus waspada dan bergerak bersama,” tegasnya saat kunjungan kerja di Poktan Desa Sumber Rizeki, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (16/4).

Dalam kunjungan tersebut, Hanif meninjau Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Dia menekankan langkah preventif harus menjadi prioritas utama dalam pengendalian karhutla.

“Pencegahan harus menjadi garda terdepan. Di situlah kunci pengendalian karhutla sekaligus kontribusi nyata dalam penurunan emisi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, mengatakan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup tersebut menjadi momentum penguatan kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman karhutla, khususnya di wilayah gambut.

Kata Yusran, pemerintah daerah mendapat arahan strategis terkait potensi kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, bahkan diperkirakan menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

“Kami diingatkan untuk benar-benar siap menghadapi kondisi iklim 2026. Potensi kemarau panjang ini menjadi atensi serius bagi semua pihak,” ujarnya.

Menurut Yusran, Kubu Raya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla harus meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Tidak boleh lengah. Semua harus bersama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, kata Yusran, pemerintah daerah akan mengaktifkan kembali infrastruktur pengendalian karhutla, seperti sekat kanal dan pembangunan embung.

“Sekat-sekat kanal akan kita optimalkan kembali, begitu juga embung yang sudah dibangun akan kita masifkan,” jelasnya. (ash)

Editor : Hanif
#Menteri LH #kalbar #siaga karhutla #kemarau panjang