PONTIANAK POST – Rencana pembangunan pasar induk di kawasan Pasar Menanjak (eks Pasar Melati), Kecamatan Sungai Raya, memasuki tahap verifikasi lapangan. Tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) turun langsung untuk mengidentifikasi kesiapan lahan dan kelayakan teknis proyek yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tersebut, Senin (20/4).
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyatakan bahwa persiapan pembangunan pasar di lahan seluas hampir satu hektare tersebut sudah sangat matang. Menurutnya, revitalisasi mendesak dilakukan karena kondisi pasar lama yang sudah berusia 35 tahun sudah tidak representatif dan tidak memenuhi standar kenyamanan.
"Hampir seluruh dokumen perencanaan telah rampung. Saat ini tersisa dua dokumen yang sedang diproses, yakni Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kami jamin selesai dalam waktu singkat," ujar Sujiwo saat mendampingi tim Kemendag.
Sujiwo menepis anggapan bahwa pembangunan pasar induk semata-mata ambisi pemerintah daerah. Menurutnya, rencana tersebut didasarkan pada kajian menyeluruh, baik dari sisi kebutuhan pasar maupun potensi daerah.
Dari sisi pasokan, Kubu Raya dinilai memiliki kekuatan besar sebagai daerah penghasil komoditas pertanian, perkebunan, hingga perikanan. Bahkan, lebih dari 55 persen komoditas yang diperdagangkan di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak, berasal dari Kubu Raya.
“Artinya, supply kita sangat kuat. Ketika pasar induk ini dibangun, ketersediaan barang sangat terjamin,” paparnya.
Sementara dari sisi permintaan, aktivitas perdagangan di Pasar Menanjak menunjukkan potensi yang tinggi. Sejak pagi hari, kawasan pasar sudah dipadati pembeli.
“Ini menunjukkan demand juga sudah terbentuk dengan sangat baik. Jadi dari sisi supply dan demand, pembangunan pasar induk ini sangat layak,” tambahnya.
Untuk mempercepat realisasi, Sujiwo meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengawal proses pembangunan pasar induk secara serius. Dia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Perhubungan terkait Andalalin, Bappeda, serta Dinas PUPR.
Baca Juga: MTQ XII Kubu Raya Resmi Ditutup, Sungai Kakap Juara Umum 12 Kali Beruntun
Selain itu, dukungan dari pemerintah pusat juga terus diperkuat. Menurutnya, rencana pembangunan pasar induk telah dipresentasikan kepada Komisi V DPR RI dan mendapat respons positif.
“Kami sudah menyampaikan langsung ke Komisi V, termasuk kepada Ketua Komisi V, Pak Lasarus dan pimpinan Banggar. Mereka siap mengawal secara serius,” ungkapnya.
Rekomendasi teknis dari Kementerian Perdagangan akan menjadi kunci dalam menentukan kelayakan proyek. Setelah itu, pemerintah akan fokus pada skema pembiayaan.
“Kalau rekomendasi dari kementerian sudah keluar dan dinyatakan layak, maka selanjutnya kita tinggal memikirkan anggaran. Itu yang nanti akan kita komunikasikan lebih lanjut dengan pemerintah pusat,” katanya.
Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kemendag, Andry E. Prastyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima usulan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk proyek ini. Pasar baru tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 335 pedagang.
Baca Juga: iPhone 11 Masuk Daftar Coret iOS 27, Apple Fokus Fitur AI dan Siri Generasi Baru
“Kami menindaklanjuti usulan pembangunan Pasar Induk Sungai Raya dengan melakukan identifikasi langsung di lapangan. Ini penting untuk memastikan kesiapan dan kelayakan proyek secara menyeluruh,” ujar Andry.
Ia menjelaskan, hasil peninjauan ini akan dituangkan dalam berita acara justifikasi teknis. Jika dinyatakan layak, Menteri Perdagangan akan menerbitkan surat rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dan penganggaran.
"Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga pasar induk dapat segera terealisasi untuk memperkuat distribusi perdagangan di Kubu Raya," pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif