PONTIANAK POST - Suasana makan siang yang seharusnya penuh keceriaan berubah mencekam, saat satu per satu siswa mulai mual bahkan muntah sebelum sempat menghabiskan makanan mereka.
Sebanyak 11 siswa SD Negeri 23 Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (23/4).
Enam siswa terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Medika Djaya Pontianak karena kondisi yang cukup berat.
Sementara lima siswa lainnya hanya mengalami gejala ringan dan ditangani di tingkat desa.
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Wan Iwansyah membenarkan kejadian tersebut.
Gejala muncul sekitar 90 menit setelah makanan dikonsumsi, dengan keluhan mual, muntah, dan sakit perut.
“Bahkan ada yang belum selesai makan sudah merasakan gejala,” ujarnya.
Ia menjelaskan, siswa mulai makan sekitar pukul 10.00 WIB sebelum keluhan bermunculan.
Dari enam siswa yang dirawat, empat sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Dua siswa lainnya masih menjalani perawatan karena mengalami kekurangan cairan.
Dinas Kesehatan langsung menurunkan tim untuk melakukan investigasi di lapangan.
Sampel makanan juga telah diambil dan akan diuji di laboratorium Balai POM.
Hasil sementara mengarah pada dugaan keracunan dari menu ayam goreng bawang putih yang diduga menggunakan bahan kurang segar.
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama mitra dapur telah menyampaikan permohonan maaf dan siap bertanggung jawab.
Termasuk menanggung biaya pengobatan siswa yang terdampak.
Camat Sungai Ambawang Jurin yang menjenguk korban membenarkan kondisi tersebut.
“Dari enam siswa, empat sudah pulang, dua masih dirawat karena kekurangan cairan,” ujarnya.
Peristiwa ini memicu keprihatinan dari DPRD Kubu Raya.
Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya Muhammad Amri mendesak evaluasi total terhadap pengelolaan program MBG.
“Harus ada sanksi tegas jika ditemukan kelalaian. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegasnya.
Ia juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur penyedia makanan agar memenuhi standar keamanan.
Kejadian ini menjadi peringatan bahwa program pangan untuk anak-anak tidak boleh menyisakan celah risiko sekecil apa pun. (ash)
Fakta Penting
| Poin | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Korban | 11 siswa |
| Dirujuk ke RS | 6 siswa |
| Gejala | Mual, muntah, sakit perut |
| Waktu Gejala | ±90 menit setelah makan |
| Dugaan Penyebab | Ayam goreng kurang segar |
| Penanganan | Uji sampel di Balai POM |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro