PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong peningkatan tata kelola kearsipan yang tertib, profesional, dan berbasis teknologi informasi guna mendukung terwujudnya pemerintahan yang modern dan akuntabel.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan dan Pengelolaan Arsip bagi arsiparis dan pengelola arsip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang digelar di Aula Kepong Bakol, Jalan Adisucipto Sungai Raya pada Kamis (7/5).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kubu Raya, Rudy Fitriyanto, mengatakan pengelolaan arsip yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan pada perangkat daerah, masih ditemukan sejumlah kendala seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya SDM kearsipan, serta belum optimalnya dukungan anggaran.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Gandeng Golden Gate Education, Jajaki Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi SDM
Kegiatan ini bertujuan menciptakan keseragaman pengelolaan arsip di seluruh perangkat daerah sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya arsip dalam tata kelola pemerintahan.
“Ada beberapa output yang ingin kita capai, di antaranya terwujudnya keseragaman pengelolaan arsip di seluruh perangkat daerah serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya arsip sebagai aset daerah,” ujarnya.
Rudy mengakui, masih terdapat sejumlah persoalan dalam pengelolaan arsip di lingkungan perangkat daerah, terutama terkait keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan anggaran.
“Contohnya sarana dan prasarana di setiap OPD masih kurang, sumber daya manusianya juga terbatas, termasuk keberpihakan penganggaran terhadap kegiatan kearsipan yang belum maksimal,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga terus mendorong pengembangan kearsipan digital melalui aplikasi Srikandi. Bahkan, nilai kearsipan digital Kabupaten Kubu Raya disebut telah mencapai angka 88 dan menjadi salah satu capaian yang cukup baik di tingkat kabupaten.
Baca Juga: Bupati Ketapang Tekankan Perbaikan Layanan Publik dan Sinergi Antar OPD Daerah
“Digitalisasi kearsipan sudah kita laksanakan melalui aplikasi Srikandi dan nilai kearsipan digital kita saat ini mencapai sekitar 88. Ini menjadi capaian yang cukup baik dan harus terus kita tingkatkan,” jelasnya.
Selain digitalisasi, Rudy menegaskan pengelolaan arsip konvensional tetap harus diperkuat agar berjalan beriringan dengan sistem elektronik.
“Kearsipan itu ada dua, digital dan konvensional. Keduanya harus terus kita tata supaya tenaga kearsipan kita semakin profesional dan kualitas pengelolaan arsip terus meningkat,” tambahnya.
Terkait keamanan data arsip digital, Rudy memastikan pengamanan dilakukan melalui kerja sama dengan sistem keamanan siber dan SPBE bersama Dinas Komunikasi dan Informatika guna mencegah kebocoran data arsip daerah. (mrd/r)
Editor : Hanif