PONTIANAK POST – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Trans Kalimantan, wilayah Kecamatan Sungai Ambawang, memicu kekhawatiran serius. Pemerintah kecamatan kini menyiapkan sejumlah langkah pencegahan guna menekan fatalitas kecelakaan, terutama di kawasan padat penduduk.
Camat Sungai Ambawang, Jurin, menyatakan keprihatinannya atas rentetan insiden kecelakaan yang kerap melibatkan kendaraan bertonase besar di wilayah tersebut. Menurutnya, karakteristik jalan nasional tersebut kini berhimpit langsung dengan pusat aktivitas warga.
“Ini memang jalan nasional, tetapi harus dipahami bahwa di kiri dan kanan jalan aktivitas masyarakat sangat padat. Ada permukiman, kegiatan ekonomi, dan mobilitas warga yang berjalan beriringan dengan lalu lintas kendaraan besar,” ujar Jurin, Minggu (10/5).
Sebagai langkah awal, pemerintah kecamatan mengimbau seluruh pengguna jalan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan barang, untuk mengurangi kecepatan saat melintas di kawasan permukiman.
Selain faktor kepadatan aktivitas, kondisi fisik jalan juga menjadi sorotan. Jurin mengungkapkan bahwa keberadaan lubang di sejumlah titik masih membahayakan pengendara, meskipun sebagian telah mendapat penanganan sementara.
“Kami sudah menyampaikan kondisi ini secara berjenjang ke pemerintah kabupaten, provinsi, hingga Balai Jalan Nasional. Beberapa lubang memang sudah ditutup, namun potensi lubang baru di titik lain masih ada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jurin menilai dimensi ruas Jalan Trans Kalimantan di wilayahnya sudah tidak ideal. Lebar jalan dianggap terlalu sempit untuk menampung volume dan ukuran kendaraan besar yang melintas setiap hari.
Ia secara khusus menyoroti perilaku sopir kendaraan besar yang kerap berjalan beriringan. “Kendaraan yang lewat luar biasa besar, seperti truk dan bus. Harapan kami, kendaraan besar tidak berjalan konvoi agar memberi ruang bagi pengguna jalan lainnya,” kata Jurin.
Terkait penyebab kecelakaan, faktor kelalaian manusia (human error) disebut masih mendominasi. Konsentrasi yang rendah, kecepatan tinggi, serta manuver menyalip yang dipaksakan menjadi pemicu utama.
“Banyak kecelakaan terjadi karena kurang konsentrasi. Seperti insiden antara dump truck dan mobil tangki kemarin, itu dipicu aksi saling mendahului yang berakhir fatal,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif