Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jadi Perhatian BGN Pusat: Kabupaten Kubu Raya Disiapkan Jadi Lumbung Pangan MBG

Ashri Isnaini • Kamis, 14 Mei 2026 | 17:11 WIB
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana (dua dari kiri) mendampingi Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya memetik pepaya di kebun milik anggota Poktan Desa Rasau Jaya I, Rabu (13/5), usai dialog penguatan rantai pasok pangan lokal untuk Program  MBG. /Foto Ashri Isnaini/Pontianak Post
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana (dua dari kiri) mendampingi Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya memetik pepaya di kebun milik anggota Poktan Desa Rasau Jaya I, Rabu (13/5), usai dialog penguatan rantai pasok pangan lokal untuk Program MBG. /Foto Ashri Isnaini/Pontianak Post

 

 

PONTIANAK POST – Kabupaten Kubu Raya dinilai berpeluang menjadi salah satu sentra utama pemasok pangan lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat.

Potensi itu menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) yang turun langsung menemui kelompok tani di Desa Rasau Jaya I, Rabu (13/5), guna memetakan kesiapan pasokan pangan lokal bagi program nasional tersebut.

Dalam kunjungan itu, tim Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN berdialog dengan sekitar 50 anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan), mulai dari petani hortikultura, pekebun buah, petani sayur hingga pelaku usaha pangan desa.

Fokus pembahasan meliputi kesiapan produksi pangan, penguatan distribusi, pola kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui rantai pasok MBG.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menegaskan Program MBG tidak hanya soal pembagian makanan bergizi, tetapi juga harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal.

“Program ini harus memastikan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, dan BUMDes menjadi bagian utama rantai pasok pangan,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Menurutnya, penggunaan bahan pangan lokal akan diprioritaskan selama memenuhi standar mutu, keamanan pangan, kapasitas pasok, dan distribusi.

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, juga telah mendorong model penguatan ekonomi desa dengan melibatkan koperasi dan BUMDes sebagai penghubung distribusi pangan masyarakat.

Model tersebut dinilai mampu menjaga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat lokal dan memberi dampak langsung kepada warga desa.

Selain memperkuat rantai pasok, BGN juga menyoroti pentingnya keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Tengku menegaskan pihaknya menerapkan prinsip tanpa toleransi terhadap kasus keracunan pangan.

“Karena itu penguatan hygiene, sanitasi, SOP distribusi, dan pembinaan supplier lokal menjadi bagian penting,” katanya.

BGN menilai Kubu Raya memiliki potensi besar untuk menyuplai berbagai kebutuhan pangan MBG seperti sayuran, buah-buahan, telur, tahu, dan tempe yang selama ini sudah menopang kebutuhan dapur SPPG di Kalbar. (ash)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Mbg #lumbung pangan #sujiwo #BGN #kubu raya