PONTIANAK POST — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kubu Raya tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas penegakan peraturan daerah. Ketegasan, menurut dia, tidak boleh dijalankan dengan cara-cara kasar ataupun represif terhadap masyarakat kecil.
Pesan itu disampaikan Sujiwo saat memimpin apel rutin Satpol PP Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis, (21/5). Dalam arahannya, dia menegaskan Satpol PP merupakan garda terdepan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan daerah.
“Kita boleh tegas, tetapi harus berlandaskan hati nurani, kasih sayang, rasa cinta, dan perhatian kepada rakyat. Apalagi saat menertibkan pedagang kaki lima atau masyarakat kecil. Mereka tetap rakyat yang harus kita layani dengan baik,” kata Sujiwo.
Menurut dia, masyarakat harus diposisikan sebagai pihak yang dihormati oleh aparatur pemerintah. Karena itu, pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibandingkan tindakan represif.
“Kalau kita menggunakan hati dan lemah lembut, masyarakat justru segan dan menghormati kita,” ujarnya.
Selain menyoroti pola pendekatan dalam penertiban, Sujiwo meminta Satpol PP tidak terjebak pada rutinitas kerja yang monoton. Dia mendorong adanya terobosan, terutama dalam menjaga fasilitas publik dan ketertiban lingkungan.
Sujiwo menyinggung maraknya aksi vandalisme dan pencurian fasilitas umum di sejumlah titik di Kubu Raya. Beberapa kawasan yang disebut rawan antara lain Simpang Kapur, Serdam, Tugu Pesawat, Taman Makam Pahlawan, Parit Baru, Parit Jepang, Pasar Senggol, hingga Kuala Dua.
“Di Taman Dirgantara misalnya, tulisan tamannya sering dipecah-pecahin. Sudah diganti, dipecah lagi. Kalau patroli rutin dilakukan, orang-orang yang punya niat buruk akan berpikir ulang,” tuturnya.
Sujiwo pun meminta patroli rutin diperkuat sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan ketertiban umum dan kerusakan fasilitas daerah.
Baca Juga: Barantin Tegaskan Impor Hortikultura Belum Bisa Masuk Lewat PLBN di Kalbar
Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menyebut apel rutin bukan sekadar kegiatan formal, melainkan ruang membangun kedekatan emosional antara pimpinan dan anggota Satpol PP. Menurut dia, hubungan emosional yang kuat akan memudahkan pelaksanaan tugas di lapangan.
“Ketika terbangun bonding, chemistry, dan ikatan emosional, maka orang akan lebih mudah menerima arahan kita. Sama seperti rakyat, ketika hubungan emosional itu ada, penataan dan penertiban akan lebih mudah dilakukan,” kata dia.
Sujiwo memastikan pemerintah daerah akan terus memberi perhatian terhadap penguatan institusi Satpol PP, termasuk peningkatan performa dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sekarang banyak yang ingin jadi anggota Satpol PP karena performanya sudah terlihat bagus. Tinggal dimaksimalkan lagi sikap dan pelayanannya,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif