PONTIANAK POST – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polres Kubu Raya dalam kunjungan kerja strategis pada Kamis (21/5). Evaluasi yang berlangsung di Aula Mapolres Kubu Raya ini mencakup aspek sumber daya manusia (SDM), sarana-prasarana, hingga serapan anggaran guna memperkuat pelayanan publik yang modern, humanis, dan akuntabel.
Kedatangan tim yang dipimpin Anggota Kompolnas RI, Gufron, disambut oleh AKM Tk III Itwasda Polda Kalbar Kombes Pol Abdul Rosid bersama Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika.
Gufron menegaskan, pengumpulan data empiris di lapangan sangat penting untuk memastikan rekomendasi kebijakan nasional yang dirumuskan sesuai dengan kondisi riil di daerah.
“Rekomendasi kebijakan yang konstruktif dan objektif tidak bisa lahir dari balik meja. Ia harus dibangun dari kondisi nyata di lapangan,” ujar Gufron.
Baca Juga: Bupati Kubu Raya Minta Satpol PP Tegas namun Tetap Humanis Layani Masyarakat
Ia menilai, Polres Kubu Raya sebagai satuan kewilayahan yang relatif muda memiliki tantangan tersendiri, baik dari aspek geografis, sosial, maupun keamanan.
Merespons hal tersebut, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika menyatakan pihaknya membuka seluruh data operasional secara transparan demi perbaikan kualitas pelayanan di tingkat kewilayahan.
"Kehadiran Kompolnas RI adalah momentum penting bagi kami untuk menaikkan kelas pelayanan publik, agar visi kepolisian yang profesional dan humanis tidak sekadar menjadi jargon," kata Kadek Ary.
Dalam pemaparannya, Kadek Ary mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis dan evaluasi periodik, tingkat kriminalitas di wilayah hukum Kubu Raya menempati urutan ketiga di Kalimantan Barat. Kasus yang mendominasi adalah pencurian dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Selain masalah kriminalitas, kondisi geografis Kubu Raya yang didominasi wilayah perairan dan kepulauan menjadi perhatian serius. Menanggapi tantangan ini, Polres Kubu Raya mengusulkan pembentukan Satuan Polairud untuk memperkuat pengamanan jalur perairan.
Tantangan spesifik lainnya yang dipaparkan antara lain penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Menurut Kapolres, mengingat sebagian besar wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut yang rentan terbakar, pihaknya terus memperkuat sinergi pencegahan bersama Pemkab.
Tantangan lainnya yakni konflik sosial. Polres Kubu Raya terus berupaya memitigasi potensi konflik sosial di sektor perkebunan kelapa sawit. Selain itu, upaya juga dilakukan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, mengoptimalkan fungsi Bhabinkamtibmas dan layanan darurat 110 untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Merespons pemaparan tersebut, Kompolnas memberikan tiga penekanan strategis kepada jajaran Polres Kubu Raya. Pertama, memperkuat keamanan di titik-titik rawan melalui peningkatan patroli dan deteksi dini.
Kedua, mengoptimalkan fungsi humas dan media sosial untuk membangun komunikasi publik yang cepat dan humanis. Ketiga, meningkatkan pelayanan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kunjungan kerja itu ditutup dengan diskusi interaktif antara Tim Kompolnas RI dan jajaran Polres Kubu Raya. Seluruh masukan yang dihimpun akan menjadi bahan rekomendasi kebijakan nasional untuk mendukung penguatan institusi Polri yang modern dan terpercaya. (ash)
Editor : Hanif