Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

22 Remaja Membawa Sajam Diamankan, Tawuran Brutal di Kubu Raya Digagalkan

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 26 Mei 2026 | 18:43 WIB
Polres Kubu Raya bersama warga mengamankan puluhan remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di Gang Perintis, Jalan Adi Sucipto, Desa Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu dini hari. Polisi turut menyita senjata tajam dan sejumlah sepeda motor dari lokasi kejadian.
Polres Kubu Raya bersama warga mengamankan puluhan remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di Gang Perintis, Jalan Adi Sucipto, Desa Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu dini hari. Polisi turut menyita senjata tajam dan sejumlah sepeda motor dari lokasi kejadian.

 

PONTIANAK POST - Polres Kubu Raya bersama masyarakat berhasil menggagalkan aksi tawuran antarkelompok remaja yang nyaris pecah di Gang Perintis, Jalan Adi Sucipto, Desa Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (24/5) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Sebanyak 22 remaja diamankan bersama sejumlah senjata tajam sebelum bentrokan berdarah terjadi. Polisi juga menyita dua bilah senjata tajam jenis celurit dan arit serta delapan unit sepeda motor yang digunakan para remaja menuju lokasi tawuran.

Keberhasilan pencegahan aksi tersebut menjadi bukti cepatnya respons kepolisian dan kepedulian warga melalui layanan darurat Call Center 110.

Kebanyakan para pelaku berstatus pelajar berusia belasan tahun.

Dipicu Saling Tantang di Instagram

Berdasarkan hasil pendalaman kepolisian, aksi tawuran dipicu kesalahpahaman dan saling tantang di media sosial Instagram.

Tiga kelompok remaja bernama Allstar KPE JR, Tarakan 18, dan Barat Happy diduga terlibat dalam provokasi hingga akhirnya sepakat bertemu di Jalan Perintis untuk melakukan tawuran.

Setibanya di lokasi, para remaja sempat melakukan aksi saling lempar batu dan benda keras lainnya. Situasi tersebut membuat warga sekitar panik karena bentrokan terjadi di kawasan permukiman padat penduduk.

Kepolisian sendiri terus melakukan patroli saber terhadap konten-konten meresahkan dan provokatif di media sosial. Salah satu yang terjaring adalah aksi saling ejek di kalangan remaja tanggung.

Warga Bergerak Cepat, Polisi Kepung Lokasi

Melihat situasi mulai tidak terkendali, warga Gang Perintis bergerak cepat membubarkan massa dan langsung menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polres Kubu Raya.

Merespons laporan tersebut, polisi segera berkoordinasi dengan Polsek Sungai Raya untuk mengepung lokasi kejadian dan mengamankan seluruh pelaku.

Langkah cepat itu berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa maupun luka serius akibat aksi tawuran.

Polisi: Tawuran Jadi Alarm Keras bagi Orang Tua

Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Ade menegaskan pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap aksi premanisme jalanan, termasuk yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kami mengapresiasi kepedulian warga yang langsung melapor melalui Call Center 110. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga kamtibmas. Namun, di sisi lain, kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini menjadi alarm keras bagi kita semua,” ujar Ade, Senin (26/5/2026).

Ade juga menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari dan di media sosial.

“Orang tua adalah pendidik utama. Kami memohon dengan sangat kepada para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya. Tolong cek dengan siapa mereka bergaul dan apa yang mereka lakukan di media sosial. Jangan sampai kelalaian di rumah berujung pada penyesalan seumur hidup di sel tahanan atau bahkan di liang lahat karena menjadi korban jiwa tawuran,” tegasnya.

22 Remaja Dipulangkan Setelah Pembinaan

Seluruh remaja beserta barang bukti sempat dibawa ke Mapolres Kubu Raya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi kemudian memanggil orang tua masing-masing remaja untuk diberikan pembinaan, penyuluhan hukum, dan bimbingan mental terkait dampak fatal tawuran.

Ade mengatakan para remaja dan kendaraan roda dua akhirnya dikembalikan kepada orang tua mereka setelah dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Kami dari Polres Kubu Raya memastikan akan terus mengencangkan patroli siber dan patroli fisik di titik-titik rawan demi menjamin keamanan warga dari ancaman gangguan kamtibmas terorganisir seperti ini,” tutupnya.

Dampak Sosial Tawuran Remaja Jadi Sorotan

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius mengenai meningkatnya potensi kekerasan remaja yang dipicu media sosial dan solidaritas kelompok.

Selain membahayakan nyawa pelaku, aksi tawuran juga menciptakan trauma bagi warga sekitar yang tinggal di kawasan permukiman padat. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Tawuran remaja Kubu Raya #Senjata tajam remaja #Tawuran Sungai Raya #Call center 110 #Polres Kubu Raya