PONTIANAK POST – Malam menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Kubu Raya yang seharusnya dipenuhi gema takbir dan suasana khusyuk, justru dimanfaatkan jaringan narkoba untuk menyelundupkan sabu dan pil ekstasi menggunakan modus titipan paket travel.
Namun upaya itu gagal setelah patroli Polres Kubu Raya menggagalkan penyelundupan puluhan gram sabu dan belasan butir ekstasi dari sebuah mobil rental pada Selasa malam (26/5/2026).
Pengungkapan kasus itu berlanjut dramatis. Hanya beberapa jam setelah barang haram ditemukan, polisi berhasil menangkap terduga penitip paket narkoba tersebut pada Rabu subuh (27/5/2026).
Sopir Curiga Paket Titipan
Kasus itu bermula ketika seorang sopir travel merasa curiga terhadap paket titipan milik salah satu penumpang yang hendak dikirim ke luar kota.
Di tengah suasana malam takbir, sopir tersebut memilih melapor ke call center 110 karena khawatir menjadi bagian dari peredaran narkoba.
Langkah cepat itu langsung direspons petugas patroli Polres Kubu Raya yang tengah melakukan pengamanan malam Iduladha.
Saat paket dibuka bersama polisi, petugas menemukan kristal putih diduga narkotika jenis sabu serta belasan butir pil ekstasi.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menyita sedikitnya 30 gram sabu siap edar beserta pil ekstasi yang diduga akan diedarkan menjelang Hari Raya Iduladha.
Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan patroli malam itu merupakan instruksi langsung Kapolres Kubu Raya Kadek Ary Mahardika.
“Komitmen kami jelas dan tidak bisa ditawar, mengamankan malam hari besar umat Muslim serta memberikan rasa aman total dalam bingkai Harkamtibmas di wilayah Kabupaten Kubu Raya,” ujar Ade, Rabu (27/5/2026).
Usai menemukan barang bukti, polisi langsung melakukan pengembangan untuk memburu pihak yang menitipkan paket narkoba tersebut.
Hasilnya, pada Rabu dini hari, petugas berhasil menangkap terduga pelaku.
“Pelaku yang menitipkan barang sudah berhasil kami amankan tadi subuh. Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh penyidik,” kata Ade.
Kejar Pelaku Utama
Polisi memastikan pengusutan kasus tidak berhenti pada kurir atau penitip paket semata.
Saat ini, Tim Labubu Polres Kubu Raya masih memburu jaringan yang diduga menjadi pemasok utama narkotika tersebut.
Petugas mendalami asal barang, jalur distribusi, hingga tujuan pengiriman yang diduga terkait jaringan narkoba lebih besar di Kalimantan Barat.
“Kami akan kejar dari mana barang ini berasal dan siapa dalang utama di baliknya. Tidak ada tempat bersembunyi bagi bandar narkoba di Kubu Raya,” tegas Ade.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa momentum keagamaan masih kerap dimanfaatkan jaringan kriminal untuk menjalankan bisnis ilegal.
Di tengah masyarakat yang bersiap menyambut Hari Raya Kurban bersama keluarga, aparat keamanan justru harus berjaga menghadapi ancaman peredaran narkoba yang menyasar berbagai jalur distribusi, termasuk transportasi travel antarkota. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro