Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Polres Kubu Raya Ngopi Bareng Mahasiswa dan Pemuda, Tampung Keluhan dari Balap Liar hingga BBM Nelayan

Ashri Isnaini • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:56 WIB
 Suasana diskusi antara Polres Kubu Raya dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan saat kegiatan "Ngopi Bareng" di Hotel Harmony In, Sungai Raya. Forum tersebut menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat melalui kalangan akademisi dan pemuda. (ISTIMEWA)
Suasana diskusi antara Polres Kubu Raya dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan saat kegiatan "Ngopi Bareng" di Hotel Harmony In, Sungai Raya. Forum tersebut menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat melalui kalangan akademisi dan pemuda. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya membuka ruang dialog dengan kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui agenda bertajuk "Ngopi Bareng", berbagai persoalan daerah mulai dari balap liar, pupuk subsidi, hingga keluhan nelayan menjadi topik pembahasan bersama.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Harmony In, Jalan Sungai Raya Dalam, Selasa (2/6) dan dihadiri perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kubu Raya.

Kasatintelkam Polres Kubu Raya, Iptu Iman Kurniawan melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan, kegiatan tersebut merupakan komitmen Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika untuk terus menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan kalangan mahasiswa serta pemuda.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai mitra dalam mengawal pembangunan daerah sekaligus menjaga stabilitas Kamtibmas.

Baca Juga: Anggota DPRD Kalbar Darwis Pertanyakan Ketimpangan Program Pemprov di Kubu Raya: Infrastruktur Strategis Perlu Dukungan Lebih Besar

“Dalam menjaga situasi kamtibmas serta menyelesaikan berbagai permasalahan di wilayah Kubu Raya, Polres tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan pengawalan dari adik-adik mahasiswa agar tugas-tugas kepolisian dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Ade.

Dia menjelaskan, konsep diskusi yang dikemas secara santai sengaja dipilih agar tercipta suasana yang lebih terbuka dan cair antara kepolisian dengan mahasiswa.

Kanit I Satintelkam Polres Kubu Raya, Ipda Dodik Yulianto, dalam sesi diskusi  mengajak mahasiswa turut berperan menjaga stabilitas politik daerah menjelang pelaksanaan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa yang dijadwalkan berlangsung pada Juni ini.

“Kami berharap rekan-rekan mahasiswa dapat bersama-sama memantau dan mengawasi jalannya PAW Kepala Desa agar berlangsung aman dan kondusif,” katanya.

Perwakilan PMKRI Kubu Raya, Eipidius Ariwibowo, menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan komitmen organisasinya untuk menjaga netralitas serta mendukung pelaksanaan PAW kepala desa yang demokratis dan kondusif.

Baca Juga: SAR Pontianak Soroti Tingginya Kecelakaan Nelayan, 10 Kasus Darurat Hanya pada Mei 2026

Selain membahas isu politik desa, mahasiswa juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Perwakilan Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Unggul, menyoroti masih maraknya pelanggaran lalu lintas berupa pengendara yang melawan arus di Jalan Arteri Supadio dan Jalan Angkasa Pura II. Ia juga menyoroti minimnya penerangan jalan yang kerap memicu kecelakaan serta maraknya aksi balap liar pada malam hari.

“Kami berharap patroli malam dan penindakan terhadap balap liar dapat lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyoroti persoalan sektor pertanian. Sahroni meminta forum diskusi semacam itu dapat melibatkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sehingga berbagai aspirasi masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti.

Dia juga menyoroti penyaluran pupuk bersubsidi yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

Baca Juga: Lima Orang Diperiksa, Polda Kalbar Selidiki Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi yang Videonya Viral

Senada, Bagas Anjaya mengungkapkan keluhan petani jagung di Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, yang disebut kesulitan memperoleh pupuk subsidi. Ia meminta adanya transparansi dalam distribusi pupuk serta pengawasan terhadap keberadaan kelompok tani yang diduga tidak aktif.

Selain itu, Mahmudi dari HMI menyoroti kondisi infrastruktur pendidikan yang masih memerlukan perhatian, termasuk akses listrik di sejumlah wilayah terpencil yang belum merata.

Dari sektor perikanan, PMKRI Kubu Raya menyampaikan aspirasi nelayan di Kecamatan Sungai Kakap yang mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional melaut.

Mereka juga menyoroti polemik aktivitas pengolahan arang bakau di Kecamatan Batu Ampar yang dinilai perlu disikapi secara bijak dengan mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Ade menambahkan, Polres Kubu Raya menilai forum dialog tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kalangan mahasiswa. Selain menjaga silaturahmi, forum itu juga menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat melalui perspektif mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

“Melalui dialog yang terbuka, Polres Kubu Raya berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat dengan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah yang lebih baik,” tutup Ade. (ash)

Editor : Hanif
#Polres Kubu Raya #kamtibmas #Dialog Bersama Warga #balap liar #mahasiswa