Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rembuk Tani di Kubu Raya, Menko Zulhas Pastikan Pupuk Tersedia dan Harga Gabah Petani Tetap Terjaga

Meidy Khadafi • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menghadiri kegiatan Rembuk Tani yang digelar di kawasan persawahan Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (5/6). Kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan Swasembada pangan nasional berkelanjutan. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menghadiri kegiatan Rembuk Tani yang digelar di kawasan persawahan Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (5/6). Kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan Swasembada pangan nasional berkelanjutan. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan pemerintah dengan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dan menjaga kesejahteraan petani. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Rembuk Tani yang digelar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (5/6), yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), bersama jajaran PT Pupuk Indonesia (Persero).

Dalam kesempatan itu, Zulhas menegaskan pemerintah tidak hanya fokus menjamin ketersediaan pupuk, tetapi juga memastikan petani memperoleh keuntungan yang layak melalui kebijakan harga gabah yang menguntungkan.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemantauan langsung ke daerah untuk memastikan distribusi pupuk berjalan lancar. Langkah tersebut dilakukan di tengah berbagai tantangan global yang berdampak pada industri pupuk dan sektor pertanian.

Baca Juga: Petani Sawit Kalimantan Menjerit: Harga TBS Anjlok, Pupuk Naik

‎"Hasil pengecekan menunjukkan pupuk tersedia dan mencukupi kebutuhan petani. Karena itu, kami berharap petani dapat meningkatkan produksi untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Selain menjamin pasokan pupuk, pemerintah juga mempertahankan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang telah diberlakukan sejak 2025. Kebijakan tersebut membuat harga pupuk yang dibayar petani turun sekitar 20 persen dibandingkan sebelumnya.

Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero), Wono Budi Tjahyono, mengatakan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian tahun ini mencapai sekitar Rp46 triliun dalam bentuk subsidi pupuk. Anggaran tersebut digunakan untuk menjamin alokasi pupuk bersubsidi nasional sekitar 8,9 juta ton.

Ia mengungkapkan, khusus di Kalimantan Barat, realisasi penyerapan pupuk bersubsidi telah mencapai sekitar 80 persen dari alokasi yang tersedia. Kondisi itu menunjukkan distribusi pupuk berjalan baik dan kebutuhan petani dapat terpenuhi.

Baca Juga: Green Beans Kopi Liberika Tampil di Ajang WoC Jakarta, Zulkifli Hasan Sampaikan Apresiasi

‎"Stok pupuk di Kalimantan Barat maupun wilayah Kalimantan secara umum masih aman. Hampir seluruh kabupaten sudah tersedia pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pupuk Indonesia juga menyalurkan bantuan pupuk non-subsidi gratis kepada sejumlah kelompok tani. Sebanyak tiga ton pupuk non-subsidi dibagikan sebagai bentuk dukungan tambahan untuk membantu kebutuhan musim tanam.

Sementara itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya menjaga harga gabah petani agar tidak jatuh di bawah Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong mereka terus meningkatkan produktivitas.

Melalui jaminan ketersediaan pupuk, dukungan subsidi, serta perlindungan harga hasil panen, pemerintah berharap sektor pertanian semakin kuat dan mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global. (mdy)

Editor : Miftahul Khair
#menteri koordinator bidang pangan #rembuk tani #zulkifli hasan #harga gabah #pupuk bersubsidi