Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

44 Ribu Petani Dukung Swasembada Pangan, Rembuk Tani Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Petani

Ashri Isnaini • Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:52 WIB
Wabup Kubu Raya, Sukiryanto mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam kegiatan Rembuk Tani di Poktan Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Jumat (5/6).  (ISTIMEWA)
Wabup Kubu Raya, Sukiryanto mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam kegiatan Rembuk Tani di Poktan Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Jumat (5/6). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah dan petani. Kabupaten Kubu Raya dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan jumlah petani mencapai 44.033 orang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, dalam kegiatan Rembuk Tani bertema Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan, Jumat (5/6), di Poktan Sungai Raya, Jalan Arteri Supadio, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya.

Menurut Sukiryanto, kegiatan yang diikuti perwakilan gabungan kelompok tani (Gapoktan) tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas pangan.

“Kabupaten Kubu Raya memiliki sekitar 44.033 petani. Peserta yang hadir hari ini merupakan perwakilan Gapoktan. Kami berharap melalui rembuk tani ini terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan serta swasembada pangan yang berkelanjutan,” kata Sukiryanto.

Baca Juga: Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Kampus Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu

Ia menilai kehadiran pemerintah pusat secara langsung memberikan optimisme bagi petani karena berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian, terutama terkait ketersediaan pupuk dan stabilitas harga hasil panen, dapat dibahas secara langsung.

Sukiryanto mengatakan Direktur Pupuk Indonesia dalam pertemuan tersebut memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam kondisi aman. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menjaga harga gabah agar tetap menguntungkan petani.

Menurutnya, harga pupuk saat ini relatif stabil dengan pasokan yang mencukupi. Sementara itu, harga gabah berada pada kisaran Rp7.000 per kilogram.

Ia berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun sehingga target produksi pangan yang telah ditetapkan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun Provinsi Kalimantan Barat, dapat tercapai.

Sukiryanto menegaskan keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada kerja keras petani. Dukungan kebijakan pemerintah, kemudahan akses pupuk, pembangunan infrastruktur pertanian, serta kepastian harga hasil panen juga menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas dan semangat petani.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Sambut Kunjungan Menko Pangan RI, Perkuat Sinergi Kawal Program Strategis

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan kunjungannya ke Kalimantan Barat merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan ketersediaan pupuk di lapangan serta menjaga keterjangkauan harga bagi petani.

Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok dunia, pemerintah perlu memastikan kebutuhan pangan nasional tetap aman dan terkendali.

“Pemerintah harus hadir memastikan pupuk tersedia dan sampai kepada petani. Di sisi lain, harga gabah harus tetap stabil dan memberikan keuntungan bagi petani,” ujarnya.

Zulkifli menjelaskan stok pupuk nasional saat ini dalam kondisi aman. Realisasi distribusi pupuk telah mencapai sekitar 4 juta ton dengan tingkat penyaluran sekitar 20 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Selain menjamin ketersediaan pupuk, pemerintah juga terus menjaga keterjangkauan harga melalui berbagai kebijakan, termasuk pemberian diskon sekitar 20 persen untuk membantu menekan biaya produksi petani.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Dorong Sinergi LKS dan CSR Perusahaan untuk Layanan Sosial Masyarakat

“Jika produktivitas pertanian terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik, maka target swasembada pangan nasional bukan hal yang sulit untuk diwujudkan,” katanya. (ash)

Editor : Hanif
#petani #Swasembada Pangan #Kolaborasi Pemerintah #kubu raya