PONTIANAK POST - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kubu Raya mulai mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar di Kabupaten Kayong Utara pada Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan kafilah yang akan dikirim mampu tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik pada ajang tahunan tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggelar training center (TC) atau pemusatan latihan bagi peserta mulai 15 Juni.
Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, mengatakan LPTQ Kubu Raya saat ini terus mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis dan administrasi guna memastikan kesiapan kafilah sebelum bertolak ke Kayong Utara.
“Insyaallah Kubu Raya akan mengirim kafilah untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kayong Utara. Saat ini kami sedang mempersiapkan training center yang direncanakan dimulai pada 15 Juni dan berbagai persiapan lainnya,” kata Yusran kepada Pontianak Post, Senin (8/6).
Baca Juga: MTQ Perdana Antar Saudara Baru Kalbar Menguatkan Ukhuwah dalam Keberagaman
Menurut Yusran, persiapan yang dilakukan tidak hanya mencakup pembinaan peserta, tetapi juga dukungan pemerintah daerah melalui program-program yang dapat disinergikan untuk mendukung pelaksanaan MTQ.
Pihaknya telah melaporkan perkembangan persiapan tersebut kepada Bupati Kubu Raya dan memperoleh arahan agar seluruh potensi daerah dimaksimalkan untuk mendukung prestasi kafilah.
“Kami sudah melaporkan kepada Pak Bupati dan mendapatkan arahan terkait dukungan pemerintah daerah, baik melalui dana hibah sesuai kemampuan keuangan daerah maupun program-program yang dapat disinergikan untuk mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Yusran berharap seluruh peserta yang akan mewakili Kubu Raya dapat menampilkan kemampuan terbaik dan bersaing dengan kafilah dari daerah lain di Kalimantan Barat.
“Harapan kita tentu kafilah Kubu Raya bisa tampil maksimal. Target-target prestasi tentu sangat kita harapkan, namun yang paling penting seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaiknya,” katanya.
Baca Juga: Jelang MTQ Kalbar 2026, Satpol PP Kayong Utara Tertibkan PKL dan Sampah
Selain pembinaan peserta, Kubu Raya juga menerapkan prinsip keterbukaan dalam pembentukan kafilah. Menurut Yusran, identitas asal daerah peserta yang bergabung dalam kafilah Kubu Raya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami terbuka. Kalau memang ada peserta yang berasal dari daerah lain dan memilih mewakili Kubu Raya, kami sampaikan secara terbuka. Tidak ada yang ditutupi,” tegasnya.
Ia mencontohkan, pada MTQ sebelumnya terdapat qari asal Kota Singkawang yang berhasil meraih juara saat memperkuat Kubu Raya. Menurutnya, keterbukaan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap daerah yang sebelumnya melakukan pembinaan peserta.
Di sisi lain, Pemkab Kubu Raya juga mulai menyiapkan aspek pendukung lainnya, termasuk akomodasi dan transportasi selama pelaksanaan MTQ. Tim pendahulu dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk melakukan survei lapangan di Kayong Utara.
“Insyaallah minggu depan tim pendahulu akan berangkat ke Kayong Utara untuk melihat langsung kesiapan penginapan, transportasi, serta layanan makan dan minum bagi kafilah selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Terkait penghargaan bagi peserta berprestasi, Yusran memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan apresiasi. Namun, alokasi anggaran baru dapat ditetapkan setelah hasil MTQ diketahui.
“Prinsip penganggaran harus berdasarkan kebutuhan yang jelas. Kita belum mengetahui berapa peserta yang nantinya meraih prestasi, sehingga alokasi penghargaan belum bisa ditetapkan sekarang,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan penghargaan bagi peserta berprestasi tetap menjadi perhatian.
“Kalau memang belum dapat dialokasikan pada perubahan anggaran tahun ini, maka akan kita siapkan pada tahun 2027. Yang jelas semangat untuk memberikan reward kepada peserta berprestasi tetap ada dan pasti akan menjadi perhatian pemerintah daerah,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif