Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Investasi Tiket Pesawat Bodong di Kubu Raya, Puluhan Korban Rugi Ratusan Juta

Ashri Isnaini • Rabu, 10 Juni 2026 | 22:18 WIB
MODUS INVESTASI: Satreskrim Polres Kubu Raya mengamankan AS, perempuan yang diduga menjalankan penipuan berkedok bisnis tiket pesawat murah. Puluhan korban dilaporkan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
MODUS INVESTASI: Satreskrim Polres Kubu Raya mengamankan AS, perempuan yang diduga menjalankan penipuan berkedok bisnis tiket pesawat murah. Puluhan korban dilaporkan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

PONTIANAK POST – Modus investasi tiket pesawat murah kembali memakan korban. Satreskrim Polres Kubu Raya menangkap seorang perempuan berinisial AS (29) yang diduga menjalankan penipuan berkedok bisnis jual-beli tiket pesawat dengan iming-iming keuntungan tinggi. Akibat praktik tersebut, puluhan korban dilaporkan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

AS diamankan Tim Tipidter Satreskrim Polres Kubu Raya setelah diduga menghimpun dana dari sejumlah warga dengan janji keuntungan Rp300 ribu hingga Rp800 ribu setiap transaksi tiket. Untuk meyakinkan calon investor, tersangka memperlihatkan daftar harga tiket, bukti transaksi, hingga tautan situs pemesanan tiket resmi.

"Modus tersangka menawarkan keuntungan dari bisnis jual-beli tiket pesawat. Korban dibuat yakin karena diperlihatkan bukti transaksi dan keuntungan yang dijanjikan," kata Kasatreskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril saat konferensi pers, Rabu (10/6).

Menurut AKP Ambril, skema yang dijalankan tersangka dilakukan secara bertahap. Pada awal investasi, sejumlah peserta menerima keuntungan sesuai yang dijanjikan.

Kondisi itu membuat korban semakin percaya dan terdorong menambah modal dalam jumlah lebih besar. Namun setelah dana yang terkumpul meningkat, pembayaran keuntungan mulai tersendat.

Tersangka kemudian memberikan berbagai alasan, mulai dari limit transaksi, kendala rekening, hingga persoalan teknis lainnya.

"Awalnya keuntungan masih dibayarkan. Setelah korban semakin percaya dan menambah modal, tersangka mulai tidak memenuhi kewajibannya," ujarnya.

Kecurigaan para korban muncul ketika AS mendadak sulit dihubungi. Nomor telepon dan akun media sosial yang biasa digunakan tidak lagi aktif, sementara dana para peserta belum dikembalikan.

Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, polisi berhasil melacak keberadaan tersangka di Bandara Juanda, Surabaya. AS kemudian ditangkap pada 31 Mei 2026.

Saat ini penyidik masih mendalami jumlah korban dan total kerugian yang ditimbulkan dalam kasus tersebut.

Berdasarkan laporan yang telah diterima polisi, kasus dugaan investasi tiket pesawat murah tersebut melibatkan puluhan korban dengan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Penyidik masih melakukan verifikasi terhadap seluruh laporan guna memastikan jumlah korban dan nilai kerugian secara akurat.

Di balik angka kerugian yang besar, terdapat kisah para korban yang kehilangan tabungan karena mempercayai orang yang sudah dianggap dekat.

Salah seorang korban, Kike Kurniawan (29), mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp200 juta. Ia mengenal tersangka sejak 2023 dan tidak pernah menaruh kecurigaan karena hubungan pertemanan yang cukup dekat.

"Dia sering ke rumah, makan dan menginap di rumah. Karena sudah dianggap teman, saya percaya," ujarnya.

Menurut Kike, bisnis yang ditawarkan awalnya berjalan lancar. Ia bahkan sempat menerima keuntungan sebanyak dua kali sehingga semakin yakin untuk menambah modal investasi.

Namun, pembayaran kemudian mulai terlambat. Berulang kali tersangka menyampaikan alasan yang sama, mulai dari limit transaksi hingga rekening yang bermasalah.

"Alasannya macam-macam, mulai dari limit transaksi sampai ATM terblokir," katanya.

Kike menuturkan sebagian besar korban berasal dari lingkungan pertemanan dan relasi sosial tersangka. Faktor kedekatan personal menjadi alasan utama mengapa banyak orang akhirnya menyerahkan dana dalam jumlah besar.

Selain itu, gaya hidup AS yang terlihat mapan di media sosial turut memperkuat keyakinan para korban bahwa bisnis tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.

"Dia dikenal royal, aktif di media sosial dan sering memperlihatkan gaya hidup yang terlihat sukses. Itu yang membuat banyak orang yakin," tuturnya.

AKP Ambril mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa kejelasan legalitas dan mekanisme usaha.

Ia meminta masyarakat melakukan pengecekan menyeluruh sebelum menyerahkan dana kepada pihak mana pun.

"Pastikan legalitas dan kebenaran usaha sebelum menyerahkan dana kepada pihak mana pun," tegasnya.

OJK dan Satgas PASTI mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Masyarakat disarankan memeriksa legalitas usaha dan tidak mudah percaya pada tawaran yang tidak disertai informasi bisnis yang transparan.

Di tengah berkembangnya kasus tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio memberikan klarifikasi terkait status AS.

General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, menegaskan bahwa AS bukan pegawai PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio.

Menurut Maya, yang bersangkutan merupakan pegawai salah satu perusahaan mitra pihak ketiga yang beroperasi di lingkungan bandara.

"Kami memastikan yang bersangkutan bukan pegawai PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio, melainkan pegawai perusahaan mitra pihak ketiga," ujarnya.

Pihak bandara menyatakan menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Seluruh pekerja di lingkungan bandara juga diingatkan untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan mematuhi aturan yang berlaku.

Maya turut mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melakukan transaksi pembelian tiket pesawat dan memastikan seluruh proses dilakukan melalui saluran resmi maskapai atau agen perjalanan terpercaya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan transaksi tiket pesawat dilakukan melalui saluran resmi atau agen perjalanan yang terpercaya," katanya.

Bandara Internasional Supadio, lanjut Maya, berkomitmen menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara. (ash)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kerugian korban #bisnis tiket pesawat #penipuan berkedok investasi #bandara supadio #investasi bodong