Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BPBD Kubu Raya Usulkan Tambahan Peralatan Pemadam untuk Antisipasi Karhutla

Ashri Isnaini • Jumat, 12 Juni 2026 | 14:54 WIB
Kepala BPBD Kubu Raya, Arianto
Kepala BPBD Kubu Raya, Arianto

PONTIANAK POST – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain mengusulkan penambahan peralatan pemadaman, BPBD juga mengajak seluruh elemen masyarakat, perusahaan, dan relawan untuk terlibat dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran.

Kepala BPBD Kubu Raya Arianto mengatakan pihaknya telah menginventarisasi kebutuhan peralatan penanggulangan karhutla dan mengusulkannya kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Kubu Raya.

Menurut dia, sejumlah peralatan utama yang mendesak untuk dipenuhi antara lain selang pemadam dan perlengkapan pendukung lainnya guna menunjang operasi pemadaman di lapangan.

“Seperti yang disampaikan Pak Bupati sebelumnya, kami sudah menginventarisasi kebutuhan peralatan dan usulan tersebut telah kami sampaikan ke TAPD. Insya Allah dalam waktu dekat dapat dilakukan proses pengadaan, terutama untuk peralatan utama seperti selang pemadam,” kata Arianto kepada Pontianak Post, Kamis (11/6).

Baca Juga: Harga Sawit di Kalbar Mulai Stabil Setelah Pengawasan Pemerintah Diperketat

Meski dalam beberapa hari terakhir hujan masih turun, Arianto menyebut sejumlah wilayah di Kubu Raya tetap masuk kategori rawan karhutla. Beberapa daerah yang sebelumnya sempat mengalami kebakaran berada di Kecamatan Rasau Jaya, Sungai Kakap wilayah Punggur, Sungai Raya, dan Batu Ampar.

“Untuk saat ini wilayah yang terpantau pernah terjadi kebakaran berada di sekitar Rasau Jaya, Punggur, Sungai Raya Dalam, dan juga Batu Ampar,” ujarnya.

Selain keterbatasan sarana, BPBD juga menghadapi kendala jumlah personel. Saat ini BPBD Kubu Raya memiliki 48 personel yang terbagi dalam tiga regu, termasuk pejabat struktural.

Jumlah tersebut dinilai belum memadai apabila harus menangani kebakaran dalam skala besar yang terjadi secara bersamaan di beberapa lokasi.

“Tentunya jumlah tersebut masih jauh dari cukup apabila harus menangani kebakaran yang meluas di wilayah Kubu Raya,” katanya.

Baca Juga: PELTI Kalbar Dorong Pembinaan Atlet Lewat Tanjungpura Tenis Open Championship

Karena itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan, relawan, hingga pemadam kebakaran swasta yang selama ini ikut membantu penanganan karhutla.

Arianto menegaskan pengendalian karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pencegahan dan penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami sangat memerlukan peran serta semua unsur, baik instansi pemerintah, perusahaan, relawan pemadam kebakaran maupun masyarakat. Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPBD,” tegasnya.

Terkait perkembangan titik panas (hotspot), Arianto mengatakan kondisi di Kubu Raya masih relatif terkendali. Berdasarkan data yang dipantau dari BMKG hingga Selasa (9/6), belum terdeteksi adanya titik panas di wilayah Kubu Raya.

Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi hujan yang masih turun dalam dua hari terakhir sehingga membantu menekan potensi munculnya titik api.

Baca Juga: Pemkab Sintang Ingatkan Satgas Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

“Kalau berdasarkan data BMKG yang kami pantau hari ini, titik panas masih nol. Kemungkinan karena dalam dua hari terakhir masih terjadi hujan,” jelasnya.

Meski demikian, BPBD tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Memasuki musim kemarau, risiko karhutla diperkirakan meningkat apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan menjadi langkah paling efektif agar karhutla tidak kembali meluas di wilayah Kubu Raya,” pungkas Arianto. (ash)

 

 

Editor : Hanif
#BPBD Kubu Raya #Kesiapsiagaan #Ancaman Karhutla #Alat Pemadam