PONTIANAK POST - Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya. Seorang pengendara sepeda motor bernama Ipen meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun dengan sebuah mobil pikap dan truk tangki di Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Rabu (17/6).
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, tepatnya sekitar 100 meter dari Puskesmas Ambawang. Korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menerima laporan kecelakaan, personel Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengatur arus lalu lintas, serta melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: Traffic Light Baru di Putussibau Mulai Diuji Coba, Warga Harap Kecelakaan Bisa Berkurang
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan melibatkan sepeda motor KB 3783 NA yang dikendarai korban, mobil pikap KB 8571 WC yang dikemudikan SA (31), serta truk tangki KB 8196 WB yang dikemudikan IS (48).
Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Iptu Judi Effendhy melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan, hasil olah TKP dan keterangan saksi menunjukkan kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah Pontianak menuju Tayan.
"Setelah dilakukan olah TKP, diketahui bahwa sebelum kecelakaan terjadi, pengendara sepeda motor melaju dari arah Pontianak menuju Tayan. Saat berada di lokasi kejadian, korban berupaya mendahului kendaraan mobil pikap yang berada di depannya," ujar Ade.
Namun, upaya mendahului tersebut diduga tidak berjalan mulus. Saat proses menyalip berlangsung, sepeda motor korban diduga menyenggol bagian bak mobil pikap sehingga kehilangan keseimbangan.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Pontianak Utara, Sopir Bus DAMRI Tewas Ditabrak Truk Trailer
"Pada saat mendahului, sepeda motor mengenai bagian bak pikap. Akibatnya pengendara kehilangan kendali dan bergerak ke jalur berlawanan," jelasnya.
Nahas, pada saat bersamaan dari arah Tayan menuju Pontianak melaju sebuah truk tangki. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
"Karena kendaraan masuk ke jalur berlawanan, dari arah Tayan menuju Pontianak datang kendaraan truk tangki. Kecelakaan pun terjadi dan mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia," tambah Ade.
Dari hasil penyelidikan sementara,kata Ade, polisi menduga kecelakaan dipicu kesalahan saat melakukan manuver mendahului kendaraan di depan tanpa memperhitungkan jarak aman dan ruang yang cukup.
Petugas menilai korban tidak memiliki ruang yang memadai untuk menyalip sehingga sepeda motor bersenggolan dengan kendaraan yang hendak didahului. Kondisi tersebut membuat korban kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan.
Ade mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain di ruas jalan yang padat.
Baca Juga: Operasi Patuh Kapuas 2026 Ditunda, Angka Kecelakaan di Kalbar Sudah Tembus 568 Kasus
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara. Jangan memaksakan mendahului apabila ruang dan jarak tidak memungkinkan. Utamakan keselamatan dibandingkan kecepatan atau keinginan untuk segera sampai tujuan. Kecelakaan lalu lintas sering kali diawali oleh kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah," tegasnya.
Saat ini kata Ade, Unit Gakkum Satlantas Polres Kubu Raya masih melakukan pendalaman guna melengkapi administrasi penyelidikan. Sementara itu, seluruh kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut.
"Tragedi di ruas padat Jalan Trans Kalimantan tersebut kembali menjadi pengingat bahwa manuver mendahului kendaraan harus dilakukan dengan perhitungan matang. Kesalahan dalam hitungan detik dapat berujung pada kecelakaan fatal dan merenggut nyawa pengguna jalan," pungkas Ade. (ash)
Editor : Miftahul Khair