Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Dialog Kebangsaan di Kubu Raya, Habib Jindan Ajak Warga Rawat Toleransi

Ashri Isnaini • Selasa, 23 Juni 2026 | 07:34 WIB
Pimpinan Yayasan Al Fachriyah Habib Jindan Bin Novel bin Jindan (lima dari kiri) menyampaikan pesan kebangsaan sekaligus tausyiah pada Dialog Kebangsaan Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (22/6).  (Ashri Isnaini/Pontianak Post)
Pimpinan Yayasan Al Fachriyah Habib Jindan Bin Novel bin Jindan (lima dari kiri) menyampaikan pesan kebangsaan sekaligus tausyiah pada Dialog Kebangsaan Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (22/6). (Ashri Isnaini/Pontianak Post)

PONTIANAK POST – Semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan diri menuju kebaikan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan antar anak bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Kebangsaan Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (22/6).

Mengusung tema “Spirit Hijriah Mempererat Persaudaraan untuk Indonesia yang Lebih Berdaulat dan Bermartabat”, kegiatan tersebut menghadirkan Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Habib Jindan Bin Novel bin Jindan sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Habib Jindan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kedamaian dan keharmonisan di tengah keberagaman Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat yang memiliki latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam.

Baca Juga: Realisasi Kemandirian Bangsa di Tengah Tekanan Kapitalis Global

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan besar bangsa jika dijaga dengan semangat persaudaraan dan saling menghargai.

“Alhamdulillah, Indonesia secara umum dan Kalimantan Barat secara khusus adalah negeri yang damai, negeri yang akur dengan segala keragaman yang ada di dalamnya. Kita menjalankan konsep yang diajarkan para ulama dan guru-guru kita, serta Nabi Muhammad SAW untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan kerukunan di antara seluruh lapisan masyarakat,” ujar Habib Jindan.

Dia mengatakan, Rasulullah SAW menjadi teladan dalam membangun perdamaian dan persaudaraan. Karena itu, masyarakat perlu terus memperkuat budaya saling menghormati, berbagi kebaikan, dan menjaga hubungan baik antarsesama.

“Rasulullah SAW menjadi teladan dalam perdamaian dan persaudaraan. Beliau mengajarkan kita untuk saling berbagi kebaikan kepada siapa pun,” katanya.

Baca Juga: Bahasa Inggris Resmi Jadi Mata Pelajaran Wajib Siswa SD Mulai 2027, Guru Bakal Dapat Pelatihan Khusus

Habib Jindan juga mengapresiasi kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yang mampu menjaga keharmonisan meski memiliki keberagaman yang sangat luas.

Menurutnya, keberagaman budaya dan latar belakang masyarakat Indonesia menjadi modal besar dalam membangun bangsa selama tetap dilandasi rasa persatuan.

“Budaya kita paling banyak, bahasa kita paling banyak, tetapi alhamdulillah kita termasuk bangsa yang mampu menjaga kerukunan. Ini harus terus kita pertahankan bersama,” tuturnya.

Baca Juga: Resmi Internasional Lagi, Ini Profil Terbaru Bandara Supadio Kubu Raya

Dia turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai ruang silaturahmi dan mempererat hubungan antar elemen masyarakat.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas inisiatif yang dijalankan. Bersama para ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa, kita bisa berkumpul dalam momen ini untuk mempererat kerukunan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, Kabupaten Kubu Raya merasa mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kegiatan Majelis Al-Muassalah yang menjadi wadah mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur, mulai dari ulama, pimpinan pondok pesantren, habaib, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, instansi vertikal, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Baca Juga: Soekarno Melaju Bike 2026 Jadi Ajang Bangkitkan Semangat Kebangsaan di Kubu Raya

“Alhamdulillah, Kabupaten Kubu Raya mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan Majelis Al-Muassalah. Majelis ini menjadi wadah untuk mempersatukan elemen anak bangsa,” ujar Sujiwo.

Sujiwo menilai Habib Jindan merupakan ulama yang konsisten menyampaikan pesan-pesan kesejukan, khususnya dalam menjaga keberagaman dan persatuan.

“Habib Jindan bin Novel bin Jindan adalah salah satu ulama yang isi tausiyah dan ceramahnya sangat menyejukkan. Pesan moral tentang menjaga keberagaman sangat kental. Saya termasuk yang sering mengikuti tausiyah beliau melalui YouTube,” katanya.

Baca Juga: Bupati Sujiwo Tegaskan APBD 2027 Kubu Raya Prioritaskan Pendidikan dan Layanan Kesehatan Masyarakat

Menurut Sujiwo, pesan yang disampaikan Habib Jindan menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.

“Beliau menyampaikan begitu mendalam bagaimana kita sebagai sesama anak bangsa dengan meneladani Rasulullah SAW dapat menipiskan perbedaan, tetapi memperkuat perspektif tentang kebersamaan,” jelasnya.

Sujiwo menegaskan, persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam membangun daerah. Terlebih Kubu Raya merupakan daerah yang memiliki keberagaman masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Modal utama membangun bangsa ini sejatinya adalah persatuan dan kesatuan. Begitu juga dalam membangun Kubu Raya. Kita harus menjaga toleransi yang selama ini sudah berjalan sangat harmonis di tengah masyarakat yang multietnis dan multiagama,” tegasnya.

Sujiwo menambahkan, pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran daerah, tetapi juga membutuhkan kondisi sosial yang aman dan harmonis.

“Kalau APBD kita besar tetapi persatuan dan kesatuan kita tercabik-cabik, maka pembangunan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, menjaga kebersamaan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya, seraya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya siap kembali menjadi tuan rumah kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan persatuan masyarakat. (ash)

 

 

 

 

Editor : Hanif
#habib #kebersamaan #toleransi #dialog kebangsaan #kubu raya