PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kubu Raya memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah tersebut berjalan sesuai target. Memasuki pekan pertama pendataan yang dimulai sejak 15 Juni 2026, rata-rata petugas lapangan telah berhasil mendata lebih dari delapan rumah tangga dan unit usaha per hari, melampaui target harian yang ditetapkan.
Kepala BPS Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Suudi, mengatakan kualitas data menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Karena itu, seluruh petugas lapangan telah mendapatkan pelatihan intensif guna menyamakan persepsi terhadap setiap konsep dan definisi yang digunakan dalam pendataan.
Menurutnya, keseragaman pemahaman sangat penting agar data yang dihasilkan dapat dibandingkan dan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 di Pontianak: Kreator Konten hingga Usaha Daring Jadi Sasaran
"Kalau persepsi setiap petugas berbeda, data yang dihasilkan tidak bisa digunakan. Karena itu seluruh petugas dilatih agar memiliki pemahaman yang sama terhadap setiap pertanyaan dan konsep yang digunakan dalam sensus," ujarnya kepada Pontianak Post, Senin (22/6) saat ditemui di Kantor BPS Kubu Raya.
Suudi menjelaskan, sejak hari pertama pelaksanaan, BPS melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja petugas melalui sistem dashboard yang terintegrasi secara nasional. Melalui sistem tersebut, aktivitas petugas di lapangan dapat dipantau secara real time.
"Bahkan pada hari pertama pendataan, kami diminta memantau seluruh petugas apakah sudah turun ke lapangan atau belum. Dari dashboard itu terlihat siapa yang sudah melakukan pendataan dan siapa yang belum," katanya.
Hasil evaluasi sementara katanya menunjukkan capaian pendataan masih berada pada jalur yang diharapkan. Jika target minimal per petugas adalah enam hingga tujuh rumah tangga atau usaha per hari agar seluruh pekerjaan selesai pada 31 Agustus 2026, maka capaian saat ini telah mencapai rata-rata 8,1 objek pendataan per petugas setiap hari.
Baca Juga: Dialog Kebangsaan di Kubu Raya, Habib Jindan Ajak Warga Rawat Toleransi
"Kondisi ini masih on the track. Ada petugas yang mendata tujuh rumah, ada yang sembilan hingga sepuluh rumah per hari. Rata-ratanya saat ini 8,1," jelasnya.
Meski demikian, evaluasi harian tetap dilakukan untuk memastikan produktivitas petugas tetap terjaga hingga akhir masa pendataan.
Selain mengejar target, BPS juga berupaya memastikan tidak ada rumah tangga maupun usaha yang terlewat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan stiker pada bangunan yang telah didata.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 di Kapuas Hulu, 287 Petugas Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan Saat Bertugas
"Pemasangan stiker ini penting untuk memastikan tidak ada objek yang terlewat. Keberhasilan sensus tidak hanya diukur dari kualitas data, tetapi juga dari cakupan pendataan yang harus lengkap," tegasnya.
Suudi menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis karena hasilnya akan digunakan sebagai dasar perubahan tahun dasar perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari tahun 2010 menjadi tahun 2025.
Menurut dia, apabila cakupan pendataan tidak optimal, maka potensi ekonomi yang sebenarnya ada di daerah bisa tidak tercatat dan berdampak terhadap hasil penghitungan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar rebasing PDRB. Kalau banyak usaha yang tidak terdata, tentu akan memengaruhi gambaran ekonomi daerah yang sebenarnya," pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif