Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bukit Lalang Disiapkan Jadi Ikon Wisata Baru Batu Ampar, Dikembangkan Tanpa Membebani APBD

Uray Ronald • Selasa, 23 Juni 2026 | 23:18 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengunjungi kawasan Bukit Lalang di Kecamatan Batu Ampar. (Antara)
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengunjungi kawasan Bukit Lalang di Kecamatan Batu Ampar. (Antara)

 

PONTIANAK POST  – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai menata kawasan Bukit Lalang di Kecamatan Batu Ampar sebagai calon ikon wisata unggulan baru. Langkah ini dilakukan seiring rencana deklarasi Desa Batu Ampar sebagai desa tujuan wisata di Kabupaten Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan Bukit Lalang akan menjadi salah satu destinasi utama yang ditawarkan kepada wisatawan karena memiliki panorama alam yang dinilai sangat potensial.

"Ke depan, ketika Desa Batu Ampar kita deklarasikan sebagai desa tujuan wisata, Bukit Lalang ini akan menjadi salah satu spot yang kita tawarkan kepada wisatawan. Pemandangannya luar biasa dan potensinya sangat besar," kata Sujiwo dilansir Antara, Selasa (23/6).

Pernyataan tersebut disampaikan saat peninjauan kawasan Bukit Lalang yang turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur DPRD, pelaku usaha, akademisi, komunitas pemerhati lingkungan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Bupati Sujiwo Pastikan Program Ekonomi dan Wisata Batu Ampar Mulai Berjalan Juni 2026

Penataan Kawasan Tetap Pertahankan Identitas Ilalang

Pemerintah daerah menegaskan pengembangan Bukit Lalang akan dilakukan dengan tetap menjaga karakter alam yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Penataan difokuskan pada perbaikan lanskap agar lebih tertata dan menarik bagi wisatawan. Berbagai jenis tanaman seperti matoa, ketapang kencana, mahoni, dan tanaman peneduh lainnya direncanakan untuk mempercantik kawasan.

Meski demikian, hamparan ilalang yang menjadi identitas Bukit Lalang tidak akan dihilangkan.

“Kita ingin landscape Bukit Lalang ini dibuat lebih indah, tetapi tetap mempertahankan ciri khasnya. Ilalang tetap menjadi identitas yang tidak akan dihilangkan," tutur Sujiwo.

Pendekatan tersebut menunjukkan upaya pemerintah menghadirkan destinasi wisata yang tetap menghargai karakter alami kawasan.

Baca Juga: Tempuh Dua Jam Speedboat, Kemenkum Kalbar Tinjau Potensi IG Madu Kelulut di Batu Ampar

Dikembangkan Tanpa Membebani APBD

Sujiwo memastikan penataan Bukit Lalang tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pembangunan kawasan wisata akan dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas pecinta alam, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta pengembangan pariwisata.

"Untuk taman dan penataan kawasan, insya Allah tidak menggunakan APBD. Kita akan melibatkan komunitas sahabat alam dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun," kata Sujiwo.

Model kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan kawasan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dari masyarakat terhadap destinasi wisata yang sedang dibangun.

Pariwisata dan Pelestarian Mangrove Berjalan Beriringan

Selain mengembangkan Bukit Lalang, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan di Batu Ampar, terutama ekosistem mangrove yang menjadi salah satu kekayaan alam daerah.

Dalam kunjungan tersebut hadir pula perwakilan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Lingkungan Hidup, NGO Sampan, Balai Mangrove dan Gambut, serta sejumlah komunitas pemerhati lingkungan.

Menurut Sujiwo, pembangunan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Kelestarian lingkungan harus tetap menjadi fondasi utama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

"Kita ingin Desa Batu Ampar berkembang menjadi destinasi wisata yang membanggakan, masyarakatnya sejahtera, dan lingkungan tetap terjaga. Merawat mangrove dan alam berarti kita sedang menyiapkan masa depan anak cucu kita," katanya.

Pengembangan ekowisata diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan warga setelah adanya pelarangan penebangan mangrove untuk pembuatan arang di Batu Ampar. 

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Gerakkan Restorasi Mangrove Batu Ampar, Bibit Warga Akan Dibeli Tiap Tahun

Data Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat Hutan Desa Batu Ampar memiliki luas sekitar 33.140 hektare, dengan sekitar 29.000 hektare di antaranya berupa kawasan mangrove. Potensi tersebut menjadikan Batu Ampar sebagai salah satu kawasan ekowisata mangrove terbesar di Kalimantan Barat.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Batu Ampar memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Sciences: Basic and Applied Research mencatat nilai ekonomi total ekosistem mangrove Batu Ampar mencapai sekitar Rp35,2 miliar per tahun.

Nilai tersebut berasal dari manfaat ekologis, ekonomi langsung, maupun jasa lingkungan lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa pelestarian mangrove tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

Harapan Baru bagi Masyarakat Batu Ampar

Pengembangan Bukit Lalang menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Batu Ampar sebagai destinasi wisata berbasis alam di Kalimantan Barat.

Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan ini akan melengkapi potensi wisata mangrove dan berbagai destinasi ekowisata yang telah lebih dulu dikenal masyarakat.

Kehadiran kawasan wisata ini juga diharapkan membuka peluang usaha bagi warga, mulai dari jasa pemandu wisata, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM yang dapat menikmati dampak ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Harapan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah menjadikan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang tetap berpihak pada kelestarian lingkungan

Dengan mengedepankan kolaborasi dan pelestarian lingkungan, Bukit Lalang tidak hanya diproyeksikan menjadi tempat wisata baru, tetapi juga simbol pembangunan yang berupaya menyeimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, dan keberlanjutan alam.*

Editor : Uray Ronald
#ekowisata Kalimantan Barat #wisata Batu Ampar #Desa Batu Ampar #Bukit Lalang #Wisata Kubu Raya