Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Transformasi Batu Ampar dari Penghasil Arang ke Amplang, Pemkab Siapkan Sumber Penghasilan Baru Warga

Ashri Isnaini • Selasa, 23 Juni 2026 | 23:29 WIB
Amplang produksi masyarakat Batu Ampar.
Amplang produksi masyarakat Batu Ampar.

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mendorong transformasi ekonomi masyarakat di Kecamatan Batu Ampar dengan mengalihkan sumber penghidupan warga dari aktivitas penebangan mangrove dan produksi arang ke usaha olahan perikanan.

Program ini ditandai dengan pelatihan pembuatan amplang berbahan baku ikan yang digelar di Aula Balai Desa Batu Ampar, Sabtu (20/6). Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung komitmen zero penebangan mangrove di kawasan tersebut.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan kebijakan pelestarian mangrove harus dibarengi dengan solusi nyata bagi warga yang terdampak perubahan mata pencaharian.

"Itu kesepakatan dan kemudian keputusan untuk zero penebangan mangrove di Kecamatan Batu Ampar dan sekitarnya, khususnya Desa Batu Ampar ini. Pemerintah harus memberikan langkah konkret," kata Sujiwo.

Baca Juga: Bukit Lalang Disiapkan Jadi Ikon Wisata Baru Batu Ampar, Dikembangkan Tanpa Membebani APBD

Dari Arang ke Amplang: Perubahan Arah Ekonomi Warga

Selama ini, sebagian warga Batu Ampar menggantungkan hidup dari aktivitas tungku arang berbasis kayu mangrove. Kebijakan penghentian aktivitas tersebut mendorong pemerintah menyiapkan alternatif ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Sujiwo menyebut pemerintah tidak boleh meninggalkan masyarakat tanpa solusi. Karena itu, berbagai program pemberdayaan telah disiapkan secara bertahap.

"Dulu kita pernah pasang badan untuk para petani arang karena saat itu negara belum bisa memberikan solusi. Nah, ketika sekarang pemerintah merasa sudah ada banyak langkah konkret, bahkan lebih dari sepuluh program, maka tidak ada alasan lagi. Lingkungan harus kita selamatkan," ujarnya.

Transisi ini diarahkan agar masyarakat tetap memiliki sumber pendapatan tanpa merusak ekosistem mangrove yang menjadi penyangga utama wilayah pesisir.

Potensi Ikan Jadi Andalan UMKM Baru

Pelatihan amplang dipilih karena menyesuaikan karakter masyarakat Batu Ampar yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Ketersediaan bahan baku ikan dinilai melimpah dan memiliki nilai tambah ekonomi jika diolah menjadi produk olahan.

"Pelatihan amplang ini otomatis karena potensi perikanan di sini memang besar. Karena masyarakatnya nelayan, maka kita berdayakan nelayannya. Kita bantu mesin, alat tangkap, dan ke depan bahkan kita pikirkan bantuan sampan," jelas Sujiwo.

Dari Kebijakan ke Eksekusi Lapangan

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rencana, melainkan sudah berjalan di lapangan. Pendampingan usaha, bantuan alat produksi, hingga pelatihan teknis menjadi bagian dari implementasi kebijakan.

"Kita bukan tataran wacana, bukan tataran rencana. Ini sudah tataran eksekusi dan aplikasi," tegas Sujiwo.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu mengembangkan usaha mikro secara berkelanjutan.

Baca Juga: Bupati Sujiwo Pastikan Program Ekonomi dan Wisata Batu Ampar Mulai Berjalan Juni 2026

Harapan Baru Ekonomi Pesisir Batu Ampar

Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, Desa Batu Ampar diharapkan mampu bertransformasi dari wilayah penghasil arang menjadi sentra produk olahan perikanan berbasis UMKM.

Produk amplang ditargetkan menjadi ikon ekonomi baru yang tidak hanya meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga memperkuat identitas ekonomi pesisir yang ramah lingkungan.

“Dengan dukungan pelatihan, peralatan, dan pendampingan usaha, Desa Batu Ampar diharapkan mampu bertransformasi menjadi sentra produk olahan perikanan yang bernilai ekonomi tinggi dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Sujiwo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kubu Raya, Kecamatan Batu Ampar merupakan salah satu wilayah pesisir dengan dominasi penduduk yang bekerja di sektor perikanan tangkap, pertanian lahan basah, serta usaha berbasis hasil hutan.

Struktur ekonomi ini menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di kawasan tersebut sangat bergantung pada sumber daya alam pesisir dan mangrove.*

Editor : Uray Ronald
#amplang Kubu Raya #mangrove Batu Ampar #pelatihan UMKM pesisir #ekonomi nelayan #batu ampar